Dedikasi Guru Agama Hindu: Dua Buku Karya Romo Miswanto Lolos Seleksi APL BRIN 2026

Dua buku karya Miswanto masuk dalam daftar 76 karya yang lolos dan resmi terpilih dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL) Periode I Tahun 2026

JAKARTA (Bimas Hindu) - Sebuah prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Hindu. Romo Miswanto, S.Ag., M.Pd.H., seorang guru agama Hindu yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Pesanggrahan 01 Batu sekaligus dosen di STAH Shantika Dharma Malang, berhasil menorehkan prestasi di kancah nasional. Dua karya bukunya resmi terpilih dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL) Periode I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Keberhasilan ini disambut hangat oleh Direktur Pendidikan Hindu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) Kementerian Agama, I Ketut Sudarsana. Ia menilai capaian ini sebagai buah manis dari dedikasi seorang pendidik yang konsisten menjaga akar budaya Nusantara.

Berdasarkan pengumuman resmi BRIN Nomor: B-2761/II.7/FR.05.01/4/2026 yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, dua buku karya Miswanto masuk dalam daftar 76 karya yang lolos seleksi ketat dari total 167 usulan yang masuk. Kedua buku tersebut adalah:

1.Tata Bahasa Jawa Kuno (Kategori Buku Referensi).

2.Tata Bahasa Sanskerta (Kategori Buku Referensi).

I Ketut Sudarsana menyampaikan bahwa terpilihnya karya ini bukan sekadar prestasi administratif, melainkan sebuah kontribusi intelektual yang sangat mendalam. "Saya menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa berupa lolosnya buku Tata Bahasa Jawa Kuno dan Tata Bahasa Sanskerta karya Romo Miswanto dalam Apresiasi Pengetahuan Lokal (APL) dari BRIN. Ini adalah kontribusi nyata dalam pelestarian dan penguatan khazanah pengetahuan lokal berbasis warisan intelektual Nusantara," ujar I Ketut Sudarsana.

Ia menambahkan bahwa literasi bahasa klasik seperti Sanskerta dan Jawa Kuno sangat krusial bagi generasi muda Hindu untuk memahami teks suci dan nilai-nilai luhur secara autentik di tengah arus globalisasi.

Prestasi Romo Miswanto menjadi bukti nyata bahwa kesibukan sebagai kepala sekolah dan pendidik tidak membatasi kreativitas untuk terus berkarya. Hal ini sejalan dengan dorongan berkelanjutan dari Ditjen Bimas Hindu Kemenag yang terus memotivasi para guru agama Hindu untuk tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi produsen ilmu pengetahuan.

"Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi akademisi dan praktisi pendidikan Hindu lainnya untuk terus berinovasi. Kami ingin para guru kita menghasilkan karya yang berdampak luas bagi kemajuan pendidikan, kebudayaan, serta penguatan nilai-nilai dharma dalam kehidupan masyarakat," lanjut I Ketut.

Program APL BRIN sendiri bertujuan untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan pengetahuan lokal agar dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan masuknya buku tata bahasa klasik ini, diharapkan materi tersebut tidak hanya menjadi referensi akademik di perpustakaan, tetapi juga sumber pembelajaran yang memperkuat identitas budaya dan spiritual.

Pihak penyelenggara di BRIN juga menyediakan kanal informasi lebih lanjut bagi para pemenang melalui laman resmi mereka dan surat elektronik untuk proses tindak lanjut akuisisi karya tersebut. Prestasi ini menjadi kado indah bagi dunia pendidikan Hindu di tahun 2026, sekaligus mempertegas posisi guru sebagai penjaga nyala api literasi bangsa.


Berita Pusat LAINNYA