Denpasar (BIMAS HINDU) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu membuka Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Penelitian pada Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) Tahun 2025 yang berlangsung di Universitas Hindu Indonesia (UNHI). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, dengan menghadirkan para pimpinan dan akademisi dari berbagai PTKHN, Jumat (5/12/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Duija menekankan pentingnya memastikan seluruh regulasi penelitian dan pengabdian masyarakat selaras dengan kebutuhan aktual dan program prioritas Kementerian Agama. “Kita harus memastikan regulasi yang ada sesuai dengan kebutuhan serta selaras dengan Asta Protas yang dimiliki Kemenag. Pesan Pak Menteri, penelitian dan pengabdian harus benar-benar bertumpu pada capaian Asta Protas dan Renstra Kementerian Agama,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa substansi akademik merupakan ranah perguruan tinggi, namun harus ditopang oleh sistem yang terintegrasi dengan baik. “Kami mempercayakan secara substansial itu ranahnya di perguruan tinggi. Substansi harus berbicara sistem yang dibangun, dan seluruh sistem itu harus terkoneksi dengan baik. Artinya, substansi dan administrasi harus berjalan bagus,” ujarnya.
Prof. Duija mengajak seluruh peserta untuk menyusun pedoman penelitian yang tidak bertentangan dengan regulasi, dan secara substansial mampu menjadi pijakan yang kuat bagi pengembangan riset di PTKHN. “Mari kita buat pedoman yang secara administrasi tidak menyalahi regulasi dan secara substansial tidak menjebak kita. Standarnya harus berjalan baik, baik substansi maupun administrasinya.”

Ia juga menekankan pentingnya mengoperasionalkan nilai-nilai ekoteologi serta kurikulum cinta dalam kegiatan penelitian. “Ekoteologi dan kurikulum cinta harus bisa dioperasionalkan dalam kegiatan penelitian, baik di tingkat kurikulum maupun implementasinya.”
FGD ini dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu, Direktur Pendidikan Hindu, Rektor IAHN Mpu Kuturan, Kasubdit Pendidikan Tinggi, serta para peserta dari lingkungan PTKHN. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan pedoman penelitian yang komprehensif, aplikatif, dan relevan dengan arah pengembangan keilmuan Hindu serta kebijakan nasional Kementerian Agama.