Gianyar (Bimas Hindu) - Secercah cahaya mulai muncul untuk harapan umat Hindu memiliki fakultas Kedokteran di perguruan tinggi Hindu Negeri. Rekomendasi dari Kementerian Kesehatan untuk pembukaan prodi dan fakultas kedokteran di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa telah diserahkan dan dengan dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Bangli harapan tersebut mulai terlihat.
Namun Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI sebagai pembina satuan kerja kampus Hindu Negeri mengingatkan untuk tidak uforia terlebih dahulu karena perjalanan untuk mendirikan fakultas Kedokteran di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa masih sangat jauh. Hal tersebut disampaikan Prof I Nengah Duija saat memberikan materi "Arah kebijakan Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama pada PTKHN" pada kegiatan Rapat Kerja Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa di Swan Paradise A Prama Experience, Gianyar, Bali Kamis (29/01) Pagi.
Menurut Prof. Duija, sejumlah permasalahan harus segera di mitigasi, berkaca dari beberapa kasus yang muncul dari Penegerian STAH Klaten menjadi STAHN Jawa Dwipa Klaten Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
"Kelet malu alih (susahnya dulu dicari), mare golohe (baru longgar) baru dipikirkan indahnya" Kata Prof Duija. Civitas akademika UHN I Gusti Bagus Sugriwa harus berfikir rijid terutama persoalan kepegawaian. Dukungan Sumber Daya Manusia dokter untuk menjadi dosen pada fakultas Kedokteran yang disampaikan pemkab Bangli harus mulai dipikirkan teknis perpindahan antar instansinya.
Selain masalah kepegawaian, UHN I Gusti Bagus Sugriwa juga harus melengkapi sejumlah ketentuan dan peraturan yang berlaku, termasuk dalam hal kerjasama dengan dinas kesehatan dan stakeholder terkait lainnya untuk penempatan dan pemanfaatan lulusan.
"Kami di pusat (Ditjen Bimas Hindu) siap mendukung langkah langkah yang dilakukan UHN untuk segera mewujudkan fakultas kedokteran ini" Tegas Prof Duija. Salah satu bentuk dukungan yang telah dilakukan Ditjen Bimas Hindu adalah memberikan penguatan argumentasi akademik yang disampaikan Direktur Pendidikan Hindu Prof. I Ketut Sudarsana dalam rapat kerja pelaksanaan (RKP) dengan Bappenas Rabu (28/01) Pagi.