Mataram (BIMAS HINDU) – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Pascasarjana ke-XI dan Program Sarjana ke-XXIV. Acara berlangsung khidmat di Aula Lantai III IAHN Gde Pudja Mataram dengan mengusung tema “Penguatan Spirit Kebangsaan dan Lokal Wisdom Menuju Indonesia Emas 2045”, Sabtu (30/08/2025).

Kehadiran tamu undangan, di antaranya Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Rektor IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Ketua STAHN Klaten, Rektor UIN Mataram, perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi se-Kota Mataram, pimpinan instansi pemerintah, perwakilan LSM, serta para undangan lainnya.
Ketua Panitia, Ni Made Ayu Gempa Wati, S.Ag., M.Pd.H, menyampaikan bahwa wisuda tahap II ini diikuti oleh 179 wisudawan. Jika digabungkan dengan tahap I sebanyak 69 wisudawan, maka total lulusan tahun 2025 mencapai 248 orang menjadi jumlah terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan wisuda IAHN. Karena keterbatasan kapasitas, prosesi wisuda tahap II menggunakan dua lokasi, yaitu Aula Lantai III dan area halaman kampus.
Sidang Senat terbuka dibuka oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murba Widhana, M.Ag., yang dilanjutkan dengan sambutan Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. Dalam pesannya, Rektor mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan berharap agar mereka menjadi lulusan yang rendah hati, produktif, inovatif, serta mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kepemimpinan yang berkarakter. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus menjadi pembelajar, mampu mengarahkan yang belum terarah, ikhlas, serta siap menerima kritik.
“Pemimpin harus selesai dulu dengan dirinya, artinya mampu mengendalikan ego, menata niat, dan membangun integritas pribadi. Jika dirinya belum tertata, maka sulit untuk menata orang lain. Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral,” tegasnya.
Prof. I Nengah Duija juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin sejati tidak boleh membawa kepentingan pribadi dalam menjalankan amanah. Pemimpin harus mampu menggerakkan organisasi dengan hati yang tulus, menjadikan kepentingan bersama di atas segalanya, serta membuka diri terhadap kritik dan masukan.
“Pemimpin harus ikhlas, bersih dari kepentingan, dan siap dikritik demi perbaikan,” tambahnya.
Acara juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dr. I Gusti Ngurah Ketut Putra, S.Ag., M.Ag., yang mengangkat tema “Pengelolaan Pendidikan Berbasis Manajemen Talenta Berkearifan Hindu bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu.” Selain itu, penampilan Tari Kebesaran dari mahasiswa turut memeriahkan suasana, menampilkan keindahan budaya yang kuat akan nilai spiritual.

Momen haru terasa saat penyerahan penghargaan kepada wisudawan berpredikat terbaik dari setiap program studi serta apresiasi kepada Ketua Organisasi Kemahasiswaan BEM dan UKM yang turut diwisuda. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi mereka bagi almamater.
Dengan terlaksananya wisuda ini, IAHN Gde Pudja Mataram meneguhkan komitmennya untuk mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal.