Palu (BIMAS HINDU) – Persiapan matang terus dilakukan menyongsong pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) Tingkat Nasional XVI Tahun 2027. Dalam rangka memantapkan koordinasi, jajaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI melaksanakan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (2/7/2026).
Kunjungan ini merupakan langkah strategis menyusul terbitnya Keputusan Menteri Agama RI Nomor 277 Tahun 2026 yang menetapkan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah ajang bergengsi tersebut. Rombongan Dirjen Bimas Hindu disambut hangat oleh Gubernur Sulawesi Tengah bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh lintas sektor.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi dalam menyukseskan perhelatan nasional ini. Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah bahkan telah merancang pembangunan gedung serbaguna dengan kapasitas hingga 30.000 orang di kawasan Taman Kota Palu untuk lokasi pembukaan kegiatan. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyatakan dukungannya dalam pemenuhan kebutuhan anggaran penyelenggaraan.
Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI memberikan apresiasi tinggi atas komitmen tersebut. Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan dukungan pemerintah daerah menjadi kunci utama kesuksesan agenda nasional ini.
"Kami sangat terkesan dengan kesiapan dan komitmen Bapak Gubernur beserta seluruh jajaran Pemprov Sulawesi Tengah. Langkah nyata dalam menyiapkan fasilitas berskala besar ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah sangat serius dan siap menjadi tuan rumah yang luar biasa. Sinergi ini adalah modal utama kita agar UDG XVI bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi perhelatan yang membekas bagi seluruh umat Hindu di Indonesia," ujar Dirjen Bimas Hindu.
Tak sekadar ajang perlombaan, UDG XVI Tahun 2027 direncanakan akan menjadi momentum promosi kekayaan budaya daerah dengan target pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rangkaian kegiatan tersebut meliputi penanaman 3.000 bibit pohon durian, penampilan kolosal 3.000 penari Tari Rejang, serta sajian kuliner 30.000 tusuk sate khas daerah.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya sukses dalam hal penyelenggaraan UDG, tetapi juga mampu memberikan dampak ikutan (multiplier effect) bagi pengembangan pariwisata, penguatan ekonomi lokal, serta pelestarian nilai-nilai religius bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Bimas Hindu Kemenag RI, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, Pembimas Hindu, pengurus Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi fondasi kuat untuk memastikan UDG Nasional XVI Tahun 2027 menjadi ajang pelestarian nilai keagamaan yang mempererat persatuan bangsa.