Melalui Pujawali Pura Agung Kerta Jaya, Dirjen Bimas Hindu Ajak Umat Rawat Semesta dan kebhinekaan

Melalui Pujawali Pura Agung Kerta Jaya, Dirjen Bimas Hindu Ajak Umat Rawat Semesta dan kebhinekaan

Tangerang (BIMAS HINDU) - Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyampaikan Dharma Wacana pada rangkaian Pujawali Pura Agung Kerta Jaya, Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini bertepatan dengan Purnama Kapitu dan Hari Suci Tumpek Krulut, yang dimaknai sebagai momentum penuh cinta kasih dan kelembutan.

Dirjen Bimas Hindu mengapresiasi umat Hindu yang dengan khusyuk melaksanakan persembahyangan Pujawali di awal tahun 2026. Momentum ini dinilai sebagai awal yang baik untuk memperkuat sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menegaskan pentingnya pemahaman Panca Maha Bhuta sebagai dasar kehidupan. Seluruh unsur kehidupan bersumber dari Panca Maha Bhuta sehingga keseimbangan harus senantiasa dijaga, baik dalam ruang mikrokosmos (bhuwana alit) maupun makrokosmos (bhuwana agung) agar harmoni kehidupan dapat terus terpelihara.

Ia juga menyinggung makna gunungan sebagai bentuk persembahan kepada Tuhan yang dibuat oleh umat Hindu Jawa, yang tidak terlepas dari unsur palemahan, toyam, patram, dan unsur alam lainnya. Hal tersebut menjadi simbol keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan.

Lebih lanjut, Dirjen Bimas Hindu menyampaikan pesan Menteri Agama terkait ekoteologi, yang sejalan dengan konsep Tri Hita Karana yang telah lama dipraktikkan umat Hindu. Momentum Pujawali ini menegaskan dukungan umat Hindu untuk terus memperkuat pelaksanaan Tri Hita Karana sebagai wujud kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah di bidang pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui gerakan menanam pohon sebagai investasi kesehatan dan keberlanjutan masa depan.

Prof. I Nengah Duija membahas Kurikulum Cinta sebagai program Kementerian Agama, yang menegaskan bahwa seluruh agama mengajarkan cinta kasih. Dalam ajaran Hindu, nilai tersebut sejalan dengan konsep prema dan Vasudhaiva Kutumbakam, bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga. Oleh karena itu, umat diingatkan untuk tidak membeda-bedakan ras, suku, agama, maupun golongan dalam mencintai seluruh ciptaan Tuhan.

Dirjen Bimas Hindu mengajak umat Hindu untuk terus menjadi penjaga kebhinekaan, merawat keberagaman, serta mempraktikkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya Indonesia yang rukun dan harmonis.


Berita Pusat LAINNYA