Denpasar (Bimas Hindu) - Agenda strategis penataan birokrasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama memasuki fase krusial. Sebanyak 28 aparatur sipil negara (ASN) terpilih menjalani rangkaian penilaian kompetensi intensif guna membuktikan kelayakan dan kesiapan mereka memimpin roda organisasi di tingkat Administrator dan Pengawas.
Rangkaian uji kompetensi yang dipusatkan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Jumat (22/5), berlangsung maraton dari pagi hingga sore hari. Berbeda dengan pola evaluasi konvensional, para calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan ini diuji secara komprehensif melalui perpaduan metode wawancara tertulis berbasis pendalaman gagasan serta wawancara lisan tatap muka secara personal.
Pada tahap awal yang diselenggarakan di Aula Gedung Upenkom Kanwil Kemenag Bali, tim asesor memandu para peserta untuk menyelami ujian tertulis selama 120 menit. Memasuki paruh kedua, ritme asesmen meningkat melalui pengujian lisan tatap muka yang dibagi ke dalam 5 sesi khusus. Dalam ruang isolasi asesmen, setiap peserta diuji satu per satu oleh asesor untuk menguliti kompetensi manajerial, sosio-kultural, serta kematangan emosional mereka.
Saat menutup rangkaian kegiatan secara resmi, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija, menegaskan bahwa uji kompetensi ini bukan sekadar rutinitas birokrasi untuk mengisi kursi yang kosong. Menurutnya, momentum ini adalah titik balik krusial yang akan menentukan peta jalan dan masa depan karier setiap aparatur.
"Uji kompetensi pengisian jabatan ini merupakan titik penentu karier di masa depan. Setiap fase karier yang dimiliki harus dinikmati dan dijalankan dengan sebaik mungkin. Kompetensi teknis memiliki peran penting, namun harus diperkuat oleh latar belakang pendidikan. Semakin kaya latar belakang pendidikan dan pelatihan yang dimiliki, akan semakin terbuka lebar kesempatan untuk mencapai puncak karier yang optimal," tegas Prof. Duija.
Prof. Duija juga menyelipkan motivasi khusus bagi jajaran kader muda yang ikut berkontestasi. Ia mendorong mereka untuk terus menantang diri dan tidak cepat puas dengan kapasitas yang ada saat ini.
"Bagi teman-teman yang masih muda, jika masih mampu untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tempuhlah. Hal itu akan menjadi penunjang utama karier kedepannya. Ingat, ketika nanti sudah dipercaya untuk mengemban suatu jabatan, bawalah marwah Kementerian Agama dengan baik dan benar. Mengabdi kepada agama dan negara adalah kewajiban yang mutlak," imbuhnya.
Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu dalam laporan akhirnya menyampaikan dinamika pelaksanaan kegiatan. Dari total 38 orang yang semula direncanakan ikut serta, terdapat 10 orang yang menyatakan mengundurkan diri, sehingga menyisakan 28 peserta yang bertahan mengikuti seluruh tahapan hingga akhir. Manajemen Ditjen Bimas Hindu menaruh harapan besar agar seluruh peserta yang bertahan mampu memenuhi kualifikasi standar tinggi yang ditetapkan, sehingga kekosongan jabatan struktural di berbagai wilayah kerja dapat segera teratasi demi pelayanan publik yang tidak terputus.
Sementara itu, Ketua Tim Asesor Kemenag, Pieter Reinold Mochliat, memberikan catatan bahwa tingginya permintaan asesmen di lingkungan Kementerian Agama saat ini menuntut proses penilaian yang berlapis. Pihaknya memastikan proses rekapitulasi nilai akan dilakukan melalui beberapa tahapan ketat demi menjaga objektifitas dan ketelitian hasil, sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada Ditjen Bimas Hindu.
Berita Pusat
Melalui Uji Kompetensi Berlapis, 28 ASN Hindu Siap Bersaing Isi Jabatan Strategis
- Jumat, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB