Menag Gelar Breakfast Meeting: Dirjen Bimas Hindu Paparkan Capaian, Menag Tekankan Moderasi dan Mitigasi Risiko di Rumah Ibadah

Menag Gelar Breakfast Meeting: Dirjen Bimas Hindu Paparkan Capaian, Menag Tekankan Moderasi dan Mitigasi Risiko di Rumah Ibadah

Jakarta (BIMAS HINDU) – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengadakan breakfast meeting bersama para pejabat eselon I pusat dan daerah, baik secara langsung maupun daring, pada Selasa (12/8/2025). Pertemuan tatap muka berlangsung di Ruang Rapat Kementerian Agama RI, Lapangan Banteng, Jakarta, dengan agenda membahas capaian program, isu strategis, dan langkah penguatan moderasi beragama di seluruh lini.

Dalam paparannya, Ditjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Dujia, melaporkan realisasi anggaran 39,40% dengan jumlah umat Hindu mencapai 4.756.178 jiwa. Saat ini terdapat 8.610 rumah ibadah, 6.083 rohaniawan (pandita dan pinandita), serta 854 penyuluh agama Hindu (PNS dan PPPK). Bimas Hindu juga menaungi lima Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN).

Salah satu program unggulan adalah Asta Protas bertema Green Dharma, yang diwujudkan dengan pelepasan 2.500 burung, 100.000 ikan, dan 102 tukik pada perayaan Hari Suci Tumpek Uye, 12 Juli 2025. Program Nusantara Hindu University Network (NUHUN) juga dijalankan untuk memperkuat jejaring akademik. Pelayanan publik ditingkatkan melalui pembentukan ruang PTSP dengan motto Panacadatu (pelayanan cepat, akurat, mudah, dan bermutu), serta pemberian bantuan pemberdayaan ekonomi bagi tiga widyalaya.

Sekretaris Jenderal Kemenag menyoroti perlunya peningkatan kualitas pendidikan agama akibat keterbatasan anggaran, sekaligus mendorong penguatan publikasi program. Ia meminta kepala biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) mengadakan pertemuan rutin dengan humas seluruh direktorat jenderal, serta menyiapkan video tron besar di Thamrin yang menampilkan kegiatan Kemenag. Ia juga menekankan pentingnya data perkawinan bagi semua agama, serta penguatan komunikasi antara pimpinan daerah dan tokoh agama.

Menanggapi isu aktual, Menag Nasaruddin Umar mengingatkan agar aparat penegak hukum mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait penangkapan pegawai Kemenag di Aceh oleh Densus 88, sembari mendoakan agar yang bersangkutan tidak terbukti terlibat. Jika terbukti, Kemenag akan mendukung proses hukum sesuai aturan. Ia menegaskan, “Kita harus memperkuat moderasi beragama dan deteksi dini potensi intoleransi hingga ke akar rumput, dimulai dari penyuluh agama dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.”

Menag Nasaruddin Umar juga mendorong koordinasi lintas agama, kunjungan kepada tokoh agama yang sakit, jalan sehat bersama, serta saling menyapa pada perayaan hari besar keagamaan. Ia meminta Kantor Urusan Agama (KUA) tidak hanya fokus pada pencatatan pernikahan, tetapi juga berperan dalam pencegahan konflik.

Di akhir pertemuan, Menag menekankan pentingnya melibatkan unsur spiritual dalam setiap pekerjaan, serta memastikan seluruh rumah ibadah memiliki rencana mitigasi risiko dan tanggap bencana. “Sesempurna apa pun prestasi kita, satu tindakan intoleransi dapat merusaknya. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara sistematis,” tegasnya.


Berita Pusat LAINNYA