Meneguhkan Dharma dalam Kasih: Pesan Kurikulum Cinta Menggema di Pura Agung Satya Bhuana

Jonggol (BIMAS HINDU) - Perayaan Pujawali ke-4 di Pura Agung Satya Bhuana pada Jumat (1/5/2026) tidak hanya menjadi momentum ritual keagamaan, tetapi juga ruang memperkuat nilai kebersamaan dan harmoni di tengah masyarakat. Kegiatan yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu berlangsung dengan penuh khidmat, kegiatan ini melibatkan partisipasi umat dalam suasana yang sarat makna spiritual sekaligus sosial.

Dalam Dharma Wacananya, Dirjen Bimas Hindu menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Hindu yang telah melaksanakan rangkaian Pujawali dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Beliau menilai, pelaksanaan Pujawali tidak hanya menjadi wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Pujawali ini bukan hanya bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan harmoni di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi umat Hindu di Pura Agung Satya Bhuana yang telah melaksanakan upacara ini dengan penuh khidmat dan kebersamaan.” Tegas Prof. I Nengah Duija.

Selain itu, beliau turut mengapresiasi berbagai sajian kesenian yang dipersembahkan dalam rangkaian upacara. Menurutnya, kesenian yang ditampilkan tidak sekadar hiburan, melainkan memiliki makna spiritual dan nilai-nilai positif yang mampu memperkaya pengalaman keagamaan umat.

Dalam Dharma Wacananya, Prof. I Nengah Duija juga menyampaikan pesan Menteri Agama terkait konsep Kurikulum Cinta. Beliau menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta menekankan pentingnya pendidikan agama yang berlandaskan kasih sayang, bukan kebencian. Pendekatan ini bertujuan membentuk manusia yang mampu menghargai perbedaan, memperkuat toleransi, serta menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sebagaimana pesan Menteri Agama melalui Kurikulum Cinta, pendidikan agama harus dilandasi kasih sayang. Dari sinilah kita membangun sikap saling menghargai, memperkuat toleransi, dan menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.” Ucap Prof. I Nengah Duija.

Lebih lanjut, Dirjen Bimas Hindu menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga harus membangun karakter, empati, dan kepekaan sosial. Kurikulum Cinta hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan zaman, seperti meningkatnya intoleransi dan potensi konflik sosial, dengan menjadikan nilai cinta sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Melalui momentum Pujawali ini, Dirjen Bimas Hindu berharap nilai-nilai kasih, persatuan, dan keharmonisan dapat terus dijaga serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh umat Hindu.


Berita Pusat LAINNYA