Penguatan Pendidikan Hindu di Konawe Selatan, Widyalaya Disiapkan Cetak SDM Unggul

Penguatan Pendidikan Hindu di Konawe Selatan, Widyalaya Disiapkan Cetak SDM Unggul

Konawe Selatan (Bimas Hindu) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (14/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung kegiatan pendidikan di Widyalaya sekaligus melihat perkembangan Pendidikan Pratama dan Adi Widyalaya yang menjadi bagian dari penguatan pendidikan Hindu di daerah tersebut.

Kunjungan ini dihadiri oleh Pembimas Hindu Provinsi Sulawesi Tenggara, pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Konawe Selatan, para kepala seksi penyelenggara Bimas Hindu dari Konawe Selatan, Kolaka Timur, dan Konawe. Turut hadir pula para penyuluh agama Hindu, guru agama Hindu, serta umat Hindu di wilayah Andolo Utama.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. I Nengah Duija menegaskan bahwa pengembangan Widyalaya memiliki peran strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Hindu di masa depan. Menurutnya, Widyalaya menjadi wadah penting dalam membangun fondasi pendidikan agama sejak dini yang nantinya berkelanjutan hingga jenjang perguruan tinggi.

Dirjen Bimas Hindu menjelaskan bahwa pendidikan melalui Widyalaya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran agama, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, penguatan nilai spiritual, serta pembentukan generasi Hindu yang berpengetahuan dan berintegritas.

Selain meninjau perkembangan pendidikan, Prof. I Nengah Duija juga menyoroti pembangunan pura di wilayah Konawe Selatan, khususnya di kawasan Andolo Utama. Ia menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan sarana ibadah umat Hindu sebagai bagian dari penguatan kehidupan keagamaan di daerah.

“Pura bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial umat Hindu. Karena itu, kami berkomitmen untuk senantiasa menyertai dan mendukung pembangunan pura di Andolo Utama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu terus mengembangkan satuan pendidikan Widyalaya di berbagai daerah di Indonesia. Hingga kini tercatat sebanyak 159 satuan pendidikan Widyalaya telah berdiri dan berperan dalam memperkuat sistem pendidikan Hindu secara nasional.

Pada kesempatan yang sama, masyarakat Hindu di Andolo Utama juga menyampaikan sejumlah harapan terkait pengembangan pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. Mereka berharap pembangunan ruang kelas Widyalaya dapat menjadi prioritas agar pengembangan Widyalaya Sesa sesuai dengan grand desain pendidikan Hindu dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Masyarakat juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan Dirjen Bimas Hindu melakukan kunjungan langsung ke Andolo Utama, Konawe Selatan. Kehadiran Prof. I Nengah Duija dinilai menjadi momen bersejarah, karena ia merupakan pejabat eselon I yang hadir langsung meninjau kondisi umat Hindu di wilayah tersebut.

Selain itu, masyarakat turut berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dalam pembangunan pura di wilayah Andolo Utama, sehingga sarana ibadah umat Hindu dapat berkembang dan semakin memperkuat kehidupan spiritual masyarakat setempat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan dan kehidupan keagamaan umat Hindu di daerah. Melalui pengembangan Widyalaya yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi Hindu yang berkarakter, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan umat Hindu di Konawe Selatan.


Berita Pusat LAINNYA