Pengukuhan Guru Besar UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Teguhkan Peran Pendidikan Nilai Hindu

Pengukuhan Guru Besar UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Teguhkan Peran Pendidikan Nilai Hindu

Denpasar (BIMAS HINDU) – Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menggelar pengukuhan Guru Besar dalam bidang Pendidikan Nilai Hindu, Etika Pendidikan Hindu, Upacara, dan Filsafat Hindu di Dharma Negara Alaya, Denpasar, Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini menjadi tonggak penting penguatan peran akademisi Hindu dalam membangun karakter, etika, dan spiritualitas umat melalui pendidikan tinggi.

Acara inj dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija, Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar beserta jajaran wakil rektor, Senat Universitas, para Guru Besar, dosen, mahasiswa, serta undangan lainnya dari berbagai unsur akademik dan keagamaan.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pengakuan negara atas capaian akademik tertinggi seorang dosen sekaligus penegasan amanah dan tanggung jawab yang lebih besar. Guru Besar diposisikan sebagai pemimpin akademik yang memiliki peran strategis, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat.

Prof. I Nengah Duija menjelaskan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Guru Besar wajib melaksanakan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks Hindu, pelaksanaan tridharma tersebut harus dilandasi nilai dharma, etika, dan tanggung jawab moral untuk membangun peradaban yang berkarakter.

Bidang keilmuan yang dikukuhkan dinilai memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan zaman. Pendidikan Nilai Hindu, Etika Pendidikan Hindu, Upacara, dan Filsafat Hindu menjadi fondasi penting dalam menanamkan nilai dharma, satya, ahimsa, serta ajaran Tri Hita Karana guna membentuk sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan berkepribadian luhur.

Dirjen Bimas Hindu juga menekankan bahwa etika pendidikan Hindu menempatkan keteladanan guru dan kesungguhan murid sebagai inti proses pembelajaran. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pembentukan moralitas, integritas, dan kesadaran spiritual. Guru Besar diharapkan mampu menjadi teladan etika akademik sekaligus pembimbing yang berintegritas bagi generasi muda.

Selain itu, upacara dan ritual Hindu dipandang sebagai wahana pendidikan nilai yang hidup. Ritual tidak hanya dimaknai sebagai tradisi, melainkan sebagai sistem pengetahuan yang mengintegrasikan tattwa, susila, dan upacara dalam satu kesatuan utuh. Filsafat Hindu pun ditegaskan sebagai landasan berpikir kritis dan spiritual yang mampu menjembatani tradisi pemikiran Hindu dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Prof. I Nengah Duija berharap lahir pemikiran dan karya akademik yang memperkuat pendidikan nilai Hindu di Indonesia. Guru Besar diharapkan tidak hanya menjadi simbol pencapaian akademik, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan dunia.


Berita Pusat LAINNYA