Denpasar (Humas Hindu) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama menggelar kegiatan Evaluasi PPG dalam Jabatan dan Strategi Menuju PPG Prajabatan pada 24 s.d. 26 Oktober 2025 di Hotel Cakra, Denpasar, Bali. Kegiatan yang diikuti LPTK Hindu se-Indonesia dengan mengusung tema “Refleksi dan Evaluasi Pelaksanaan UKMPPG” sebagai momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) (26/10/25).
Kegiatan dibuka oleh Direktur Pendidikan Hindu, Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H, yang dalam sambutannya menekankan bahwa proses evaluasi harus berorientasi pada peningkatan standar profesionalisme guru agama Hindu di seluruh Indonesia.
“PPG adalah investasi jangka panjang dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan agama Hindu. Selain mengukur hasil dan capaian, evaluasi ini harus mampu menghasilkan terobosan yang memperkuat tata kelola, kualitas pembelajaran, serta kemampuan pedagogik dan spiritual peserta PPG,” ujar Prof. Sudarsana.
Beliau menambahkan bahwa PPG tidak hanya melahirkan guru yang menguasai konten ajaran agama Hindu, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam pembentukan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai dharma.
“Guru Hindu harus mampu menjadi role model, membawa vibrasi positif di satuan pendidikan, serta menanamkan nilai tattwa, susila, dan upacara melalui pendekatan pedagogik modern yang komunikatif dan relevan dengan perkembangan generasi muda,” tambahnya.
Terkait transformasi menuju PPG Prajabatan, Prof. Sudarsana meminta agar seluruh LPTK Hindu menyiapkan langkah-langkah sistematis, mulai dari peningkatan perekrutan peserta, metode pembelajaran berbasis pengalaman praktik (experiential learning), hingga pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan UKMPPG.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan narasumber nasional di antaranya:
- Prof. St. Budi Waluya (UNNES) dengan materi Refleksi dan Evaluasi Pelaksanaan UKMPPG
- Fathu Yasik (Panitia Nasional PPG Kemenag) dengan materi Kebijakan Program PPG dan Prakonsep PPG Prajabatan
- Dr. Abdul Rozak (UIN) dengan materi Strategi dan Persiapan Optimal Pelaksanaan PPG Tahun 2026
Diskusi yang berlangsung selama kegiatan ini membahas sejumlah hal strategis, antara lain: Penguatan kualitas supervisi lapangan PPG, Pengembangan model pembelajaran yang fleksibel dan adaptif, Digitalisasi proses penilaian, monitoring, dan asesmen UKMPPG, Penguatan kemitraan LPTK dengan sekolah dan stakeholder pendidikan, Penegasan standar kompetensi sesuai kebutuhan era transformasi digital
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Hindu Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. yang dijumpai di jakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Kegiatan ini dan menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan salah satu program prioritas utama Asta Protas Kemenag, yaitu “Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi”.
“Kita berada di titik perubahan penting: pendidikan agama Hindu yang unggul tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membangun karakter, membina inklusivitas, dan terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional serta digitalisasi. Melalui PPG yang semakin berkualitas, kita mendukung visi Kemenag dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, ramah dan terintegrasi sebagai wujud nyata dari Asta Protas,” ujar Prof. Duija.
Beliau menambahkan bahwa guru agama Hindu harus menjadi agen transformasi yang mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini dan mendukung arah kebijakan nasional.
“PPG harus menjawab tantangan zaman generasi muda kita hidup dalam lingkungan yang cepat berubah, digital, dan multikultural. Guru Hindu yang profesional, ramah, dan terintegrasi dengan lingkungan sekolah serta masyarakat adalah kunci pencapaian visi pendidikan unggul,” tambahnya.
Direktorat Pendidikan Hindu berkomitmen bahwa seluruh hasil evaluasi dan rekomendasi dari kegiatan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan panduan pelaksanaan PPG ke depan. Hal ini agar guru agama Hindu yang dihasilkan memiliki kompetensi yang unggul, karakter yang sesuai nilai dharma dan satya, serta integrasi sistem pembelajaran yang efektif dan berdampak.