Jakarta (BIMAS HINDU) - Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Agama RI menggelar rapat persiapan Penghargaan Bhumandala 2025 yang mengusung tema Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial. Pertemuan ini berlangsung di Yuan Garden Hotel, Jakarta, sebagai langkah awal menuju ajang penghargaan nasional yang menilai pemanfaatan data spasial secara kreatif dan efektif, Rabu (13/08/2025).
Ketua Tim Data Pusdatin Kemenag RI, Ubaidillah, menjelaskan bahwa Bhumandala merupakan bentuk evaluasi dan supervisi terhadap pengelolaan data spasial di setiap kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. Tahun 2025, penilaian akan difokuskan pada inovasi yang dikembangkan di masing-masing instansi.
“Target Pusdatin dalam Bhumandala ini adalah menghasilkan output berupa data inovasi dari setiap satuan kerja,” ungkap Ubaidillah.
Perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Aris Haryanto, menambahkan bahwa pemanfaatan informasi geospasial adalah implementasi nyata dari Asta Cita, misi Presiden RI. Ia menyoroti peran strategis data spasial dalam menghadapi tantangan polycrisis global, termasuk krisis iklim yang memengaruhi ketahanan pangan, air, energi, kesehatan, risiko bencana, hingga potensi konflik sosial.
“Melalui Penghargaan Bhumandala Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial, kita ingin membangun budaya kerja yang akuntabel, inovatif, dan berorientasi hasil. Ini diharapkan memperkuat hilirisasi nasional sekaligus mempercepat transformasi ekonomi yang merata dan berkelanjutan sesuai arah pembangunan Indonesia 2025–2029,” jelasnya.
Penghargaan Bhumandala 2025 akan diberikan kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang berhasil mengembangkan serta menerapkan inovasi pemanfaatan informasi geospasial. Penilaian akan mempertimbangkan inovasi yang berdampak luas, memanfaatkan teknologi mutakhir, dan didukung kebijakan penguatan, sehingga dapat meningkatkan alur kerja sektoral, mempercepat pelayanan publik, dan mendorong produktivitas.
Rapat persiapan ini menegaskan komitmen Kementerian Agama RI untuk terus berinovasi menghadapi tantangan zaman. Melalui ajang ini, diharapkan semakin banyak instansi yang memanfaatkan teknologi geospasial demi pembangunan yang berkelanjutan, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakat.