Jakarta (Bimas Hindu)— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu melaksanakan kegiatan simakrama melalui tradisi ngelawar bersama umat di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta pada Jumat (03/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Suci Saraswati serta Pujawali ke-93 Pura Aditya Jaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Direktur Pendidikan Hindu, Direktur Urusan Agama Hindu, jajaran staf Ditjen Bimas Hindu, pengurus Pura Aditya Jaya, serta umat Hindu di Jakarta yang turut ngayah dengan penuh semangat kebersamaan.
Dalam suasana penuh keakraban, seluruh peserta bersama-sama menyiapkan hidangan lawar, sebuah tradisi kuliner khas Bali yang sarat makna filosofis. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang gotong royong, tetapi juga ruang mempererat hubungan antara pemerintah dan umat.
Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kehadiran Ditjen Bimas Hindu di tengah umat merupakan bentuk komitmen untuk terus membangun kedekatan dan kebersamaan.
“Hari ini kita berada di Pura Aditya Jaya Rawamangun bersama umat yang ngayah dalam rangka pujawali sekaligus menyambut Hari Suci Saraswati. Kita bersama masyarakat melaksanakan ngelawar sebagai wujud kebersamaan dan upaya meningkatkan kedekatan antara Ditjen Bimas Hindu dengan umat. Setelah memasak dan sembahyang, kita akan makan bersama sebagai simbol persatuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Duija menekankan bahwa tradisi ngelawar memiliki makna yang sangat mendalam. “Ngelawar bukan sekadar kegiatan memasak. Ini adalah proses yang membutuhkan komunikasi, seni, dan kemampuan mengaktualisasikan diri di tengah perbedaan. Beragam bahan yang berbeda disatukan menjadi satu rasa. Inilah filosofi kehidupan—bagaimana kita menyatukan visi dan misi dalam keberagaman. Lawar mengajarkan kita tentang harmoni dalam kehidupan sosial,” tambahnya.
Beliau juga berharap melalui kegiatan ini, kolaborasi antara pemerintah dan umat Hindu dapat terus terjalin serta mampu memperkuat nilai-nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Ketua Pengempon Pura Aditya Jaya Rawamangun, Ir. I Putu Maharta Adijadnja, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Dirjen Bimas Hindu beserta jajaran.
“Kami sangat bersyukur dan bahagia karena Bapak Dirjen bersama jajaran Ditjen Bimas Hindu dapat hadir langsung dan ikut ngelawar bersama umat. Ini menjadi momen yang sangat baik dan penuh makna, karena kebersamaan ini terjalin secara langsung, bukan hanya secara formal,” ungkapnya.
Beliau juga berharap kegiatan simakrama seperti ini dapat terus dilaksanakan, tidak hanya pada saat pujawali, tetapi juga dalam berbagai kesempatan lainnya sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan umat.
Kegiatan ditutup dengan persembahyangan bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan umat Hindu. Dalam harmoni yang terbangun, tradisi ngelawar kembali menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menciptakan kesatuan rasa dalam kehidupan bermasyarakat.