Wujudkan WBK dan Layanan Berdampak, Ditjen Bimas Hindu Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan III Tahun 2026

Pembinaan Pegawai Dan Persembahyangan Bersama

Jakarta (Bimas Hindu) — Guna memperkuat mentalitas, integritas, serta kedisiplinan kerja aparatur sipil negara (ASN), Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu melangsungkan kegiatan pembinaan pegawai yang dirangkaikan dengan persembahyangan bersama di Pura Prajaniti Salemba, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan pembinaan ini dipimpin langsung oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, serta dimoderatori oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Dr. I Made Pidada Manuaba. Turut hadir jajaran Direktur Pendidikan Hindu, Direktur Urusan Agama Hindu, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta seluruh pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Hindu.

Dalam laporannya, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Dr. I Made Pidada Manuaba, menyampaikan sejumlah capaian strategis organisasi. Di antaranya penyelesaian tindak lanjut pengaduan masyarakat (Dumas) dan Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (TLHP) yang kini telah mencapai posisi zero atau nihil, sebagai pijakan menuju Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBKM).

Di samping itu, Ditjen Bimas Hindu tengah menyiapkan integrasi 77 skema layanan bantuan publik melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang ditargetkan terealisasi pada 15 Oktober 2026, serta penyelesaian distribusi Tanda Daftar Rumah Ibadah/Lembaga.

“Capaian target-target nasional ini merupakan wujud komitmen kita bersama. Seluruh dokumen pendukung Zona Integritas, percepatan serapan anggaran ABT, hingga integrasi layanan publik terus kita matangkan demi memberikan pelayanan terbaik bagi keumatan,” tegas Dr. I Made Pidada Manuaba.

Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, menggarisbawahi pentingnya kesadaran disiplin yang lahir dari dalam diri (self-discipline) sebagai fondasi pembentukan karakter ASN Bimas Hindu. Nilai-nilai spiritualitas keagamaan harus menjadi pemandu moral dalam menjalankan tugas kedinasan sehari-hari.

“Disiplin bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan wujud tanggung jawab moral dan spiritual kita. Kinerja yang baik, kelancaran tugas, serta keberhasilan program Bimas Hindu berakar dari mentalitas ASN yang takut akan larangan agama dan senantiasa mendepankan integritas,” ujar Prof. I Nengah Duija.

Dirjen Bimas Hindu juga memberikan arahan khusus terkait akselerasi penyerapan sisa anggaran Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2026 pada Triwulan IV, penguatan tata kelola keungan perguruan tinggi keagamaan, penataan aset inventaris, serta percepatan pemenuhan kualifikasi ASN dalam Sistem Manajemen Talenta melalui pemutakhiran data portofolio kinerja pada aplikasi MyASN.

Melalui pembinaan berkala ini, Ditjen Bimas Hindu berkomitmen memperkuat sinergi internal guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, inovatif, serta berdampak nyata bagi seluruh masyarakat Hindu di Indonesia.


Berita Pusat LAINNYA