Karangasem, Bali (Bimas Hindu) Sebanyak 18 Duta Utsawa Dharma Gita Kabupaten Karangasem menjalani pembinaan dan uji coba intensif untuk mematangkan kemampuan teknik dan mental sebelum berlaga di tingkat Provinsi Bali. Pembinaan dilakukan melalui simulasi panggung penuh, bedah teks suci, serta koreksi langsung dari tim pelatih dan dewan juri.
Program pembinaan yang digelar Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kabupaten Karangasem di Becingah Puri Gede Karangasem, Senin (7/9/2026), mencakup 18 nomor lomba resmi. Cabang yang dipersiapkan meliputi pembacaan dan hafalan sloka, pembacaan Palawakya, Dharma Wacana berbahasa Bali dan Inggris, hingga Dharmacarita.
Dalam sesi uji coba, peserta tidak hanya diminta menguasai materi. Mereka juga diuji dalam situasi yang dibuat menyerupai kompetisi sesungguhnya, mulai dari ketahanan mental, stabilitas vokal, penghayatan teks, hingga kemampuan tampil di atas panggung.
Ketua LPDG Kabupaten Karangasem Ida Nyoman Sugatha mengatakan hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta telah menguasai materi dasar, namun masih terdapat sejumlah aspek teknis yang harus diperbaiki sebelum kompetisi.
“Berdasarkan hasil evaluasi uji coba hari ini, sebagian besar peserta sudah menguasai materi dasar dengan baik pada seluruh 18 nomor lomba. Namun, masih ada catatan penting yang harus segera disempurnakan, khususnya pada aspek ketepatan pelafalan aksara suci, intonasi suara, penghayatan teks, serta penguasaan gestur tubuh di atas panggung,” ujar Sugatha.
Catatan evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan fokus latihan berikutnya. Pembinaan tidak lagi hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi pada penyempurnaan aspek-aspek teknis yang dapat memengaruhi penilaian peserta saat tampil di tingkat provinsi.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem turut memberikan dukungan melalui fasilitasi teknis, penguatan metodologi pelatihan, serta pendampingan kontingen secara berkelanjutan hingga masa karantina.
Kepala Seksi Urusan Agama Hindu Kemenag Karangasem I Ketut Wirata menegaskan bahwa hasil evaluasi dewan juri harus segera ditindaklanjuti selama sisa waktu pembinaan.
“Catatan dan hasil evaluasi dari dewan juri hari ini menjadi fokus utama yang harus ditindaklanjuti dalam sisa waktu pembinaan. Target kami, seluruh kekurangan teknis tersebut tuntas diperbaiki agar kontingen Karangasem tampil kompetitif, matang secara mental, dan memenuhi standar penilaian juri provinsi,” ujar Wirata.
Melalui pemetaan kelemahan dan latihan yang semakin terarah, 18 Duta Utsawa Dharma Gita Karangasem kini memasuki tahap pematangan akhir. Pembinaan diarahkan agar setiap peserta tidak hanya siap dari sisi materi, tetapi juga memiliki ketahanan mental, penguasaan teknik, dan kualitas penampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat Provinsi Bali.