Benteng Moral Era Modern, Kemenag Gianyar Edukasi Praktik Tri Sandhya bagi Siswa Tegallalang

Bimbingan keagamaan tatap muka

Gianyar (Bimas Hindu) — Menguatkan landasan moral dan kedisiplinan spiritual generasi muda sejak usia dini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melalui tim Penyuluh Agama Hindu menggelar bimbingan keagamaan tatap muka serta edukasi praktik persembahyangan bagi belasan siswa di Desa Adat Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Rabu (2/9/2026).

Program pembinaan karakter ini diselenggarakan di gedung SDN 1 Pupuan dengan melibatkan tim penyuluh yang terdiri dari I Kadek Cihna Harta, Ni Wayan Ekayanti, Ida Ayu Kade Ratnawati, dan I Putu Agus Adegrantika, serta didampingi oleh Penata Layanan Operasional Kemenag Gianyar, I Nyoman Kusumanata.

Kegiatan ini dirancang secara interaktif untuk memberikan pemahaman teologis yang komprehensif sekaligus pelatihan psikomotorik ibadah. Para siswa tidak hanya diajak menghafal susunan mantra, tetapi juga dipandu mempraktikkan tata cara dan sikap persembahyangan Tri Sandhya yang benar, menyelaraskan pemusatan pikiran, serta memahami pengaplikasian nilai-nilai Sradha dan Bhakti dalam interaksi sosial sehari-hari.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Gianyar, I Putu Agus Adegrantika, menegaskan bahwa penanaman etika keagamaan secara konsisten merupakan kunci utama pembentukan benteng moral anak di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan teknologi.

"Anak-anak merupakan fondasi masa depan yang perlu dibekali nilai-nilai Sradha dan Bhakti sejak dini. Melalui pembiasaan praktik Tri Sandhya yang tepat dan penanaman budi pekerti ini, kami berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedisiplinan spiritual serta karakter yang kokoh dalam meneladani ajaran keagamaan di kehidupan sehari-hari," ujar Adegrantika.

Melalui sinergi berkesinambungan antara Kemenag Gianyar, para penyuluh agama, dan jฝ่าย pengajar di sekolah dasar, pemerintah berkomitmen untuk terus hadir mengawal pendidikan karakter berbasis nilai budaya dan keagamaan hingga ke tingkat akar rumput.

Langkah proaktif ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Hindu di Kabupaten Gianyar yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai etika, ajaran Dharma, dan budi pekerti luhur secara berkelanjutan.

 

Kontributor: A. A. Gde Apsara DS.


Berita Daerah LAINNYA