Menggala (Bimas Hindu) — Menguatkan literasi keagamaan Hindu sekaligus mendekatkan generasi muda dengan sumber-sumber teks kitab suci berbahasa Sanskerta, pembelajaran Aksara Devanagari digelar di Pasraman Tri Chantih Dewata, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 35 siswa pasraman ini diawali dengan persembahyangan bersama di Pura/Pelinggih Saraswati, kemudian dilanjutkan dengan bimbingan dari Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, Ni Nyoman Novikasari.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Tulang Bawang, Ni Nyoman Novikasari, memandu langsung materi praktik penulisan huruf vokal (Svara) dan huruf konsonan (Vyanjana) dalam Aksara Devanagari.
“Mempelajari Aksara Devanagari dan Bahasa Sanskerta bukan hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan generasi muda Hindu dengan sumber-sumber ajaran dan warisan pengetahuan Hindu. Dengan mengenal aksaranya, anak-anak diharapkan memiliki rasa bangga serta semakin tertarik untuk mempelajari dan memahami ajaran agama Hindu,” ujar Ni Nyoman Novikasari.
Ia menambahkan bahwa penguasaan literasi aksara keagamaan selaras dengan ajaran Bhagavad Gita IV.38 (Na hi jñānena sadṛśaṃ pavitram iha vidyate), yang menegaskan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih suci di dunia ini selain ilmu pengetahuan.
Melalui pendampingan literasi di Pasraman Tri Chantih Dewata ini, Kemenag Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan generasi muda Hindu agar memiliki pengetahuan, karakter, serta kecintaan yang mendalam terhadap ajaran dan budaya keagamaan.
Kontributor: Ni Nyoman Novikasari, S.Pd