Dharma Gita Bukan Sekadar Lomba, Generasi Muda Hindu Disiapkan Jadi Pewaris Tradisi

Matangkan UDG XVI NTB, Perkuat Regenerasi Dharma Gita.

Mataram (Bimas Hindu) - Persiapan Utsawa Dharma Gita (UDG) XVI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dimatangkan melalui penguatan koordinasi antara Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB dan lembaga keagamaan Hindu. Rapat koordinasi digelar di Aula Lantai 4 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 60 peserta dari unsur lembaga keagamaan Hindu dan pemerhati Dharma Gita mengikuti kegiatan tersebut. Forum ini menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan UDG sebelumnya, memetakan potensi peserta, memperkuat pembinaan, serta menyusun strategi menghadapi UDG XVI Provinsi NTB hingga persiapan menuju UDG tingkat nasional.

Kepala Bidang Bimas Hindu NTB, I Gd Suberata, menegaskan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan UDG sebelumnya menjadi langkah awal yang penting. Evaluasi diperlukan agar berbagai kekurangan dapat diperbaiki dan praktik baik dapat dipertahankan pada pelaksanaan UDG XVI.

“Kita perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan UDG Provinsi sebelumnya, baik dari sisi kepanitiaan, teknis pelaksanaan, pembinaan peserta, maupun koordinasi antarlembaga. Hasil evaluasi ini menjadi dasar agar pelaksanaan UDG XVI ke depan dapat lebih baik, tertib, efektif, dan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda Hindu untuk berprestasi,” ujar Suberata.

Menurutnya, UDG tidak hanya berkaitan dengan aspek kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda Hindu. Karena itu, persiapan perlu dilakukan secara terencana dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap pengembangan Dharma Gita.

Hal senada disampaikan Pembina Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi NTB, Prof. I Wayan Wirata. Ia menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi perhatian utama dalam menghadapi UDG, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“SDM harus lebih diperkuat, baik dari sisi pembinaan peserta, pelatih, juri maupun pengelola kegiatan. Kita harus mempersiapkan secara berkelanjutan, sehingga ketika mengikuti UDG Provinsi maupun UDG Nasional, kita memiliki sumber daya yang benar-benar siap dan mampu memberikan prestasi terbaik,” ungkap Wirata.

Penguatan SDM tersebut dinilai penting karena kualitas peserta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan saat kompetisi, tetapi juga oleh proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Untuk itu, pemetaan potensi dan pembinaan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam strategi menghadapi UDG XVI.

Sementara itu, PHDI Provinsi NTB menilai UDG tingkat provinsi memiliki arti strategis dalam memperkuat perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan umat Hindu.

UDG diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi keagamaan, tetapi berkembang menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menguatkan seni, budaya, pendidikan, serta potensi generasi muda Hindu di NTB.

“UDG Provinsi harus kita jadikan magnet untuk membangun perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi NTB. Dengan pelaksanaan yang baik dan melibatkan seluruh unsur lembaga keagamaan Hindu, kita ingin menunjukkan bahwa UDG memiliki nilai strategis dalam pembinaan generasi muda, pelestarian budaya, dan penguatan kehidupan keagamaan di NTB,” ungkap perwakilan PHDI Provinsi NTB.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama antara Bimas Hindu, LPDG, PHDI, dan lembaga keagamaan Hindu untuk memperkuat kolaborasi dalam mempersiapkan UDG XVI Provinsi NTB.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari evaluasi pelaksanaan UDG sebelumnya, penguatan SDM, pemetaan potensi peserta, pembinaan secara berkelanjutan, hingga peningkatan dukungan pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan pelaksanaan UDG XVI Provinsi NTB yang lebih berkualitas sekaligus menjadi fondasi dalam menyiapkan peserta terbaik untuk mewakili NTB pada UDG tingkat nasional.

Lebih dari sekadar kompetisi, UDG XVI diharapkan menjadi momentum memperkuat regenerasi, melestarikan seni dan budaya Hindu, serta menumbuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan, karakter, dan kecintaan terhadap Dharma Gita.

Kontributor : Pande Putu DT


Berita Daerah LAINNYA