Bantul (Bimas Hindu) - Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan administrasi, tetapi juga oleh kualitas komunikasi, pembentukan karakter, serta kemampuan pendidik menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak. Hal tersebut menjadi perhatian dalam monitoring visitasi akreditasi Pratama Widyalaya Sari Mekar, Banguntapan, Bantul, Selasa (8/9/2026).
Visitasi dilakukan Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim asesor diterima Kepala Pratama Widyalaya Sari Mekar, Santi Kumala Dewi, didampingi para Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta.
Dalam visitasi tersebut, Tim Asesor BAN-PDM DIY Siti Nurhidayati memberikan sejumlah arahan untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan. Salah satu perhatian utama adalah pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat.
Komunikasi internal yang baik dinilai dapat memperkuat koordinasi di lingkungan sekolah, sementara komunikasi eksternal mampu membangun kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap proses pendidikan.
Selain komunikasi, pendidikan karakter juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Siti menekankan bahwa nilai kejujuran perlu ditanamkan kepada peserta didik melalui pengalaman yang konkret dan dekat dengan kehidupan mereka.
“Nilai kejujuran perlu distimulasi melalui beragam kegiatan, seperti bercerita, dialog, maupun praktik langsung. Dengan demikian, anak tidak hanya memahami nilai tersebut secara teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Siti.
Menurutnya, pembiasaan nilai agama dan kedisiplinan juga perlu dibangun melalui kesepakatan bersama sebelum pembelajaran berlangsung. Kesepakatan tersebut membantu anak memahami aturan, tanggung jawab, serta konsekuensi dari setiap perilaku yang dilakukan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Proses pendidikan juga didorong agar tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi. Tim asesor mendorong Pratama Widyalaya Sari Mekar mengembangkan model dan metode pembelajaran yang mengangkat budaya lokal.
Pembelajaran berbasis budaya lokal dinilai mampu membuat materi lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Pada saat yang sama, pendekatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus menjaga nilai budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda.
Aspek profesionalisme pendidik turut menjadi perhatian. Guru didorong untuk terus memperbarui wawasan, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan peserta didik.
“Pengembangan profesional pendidik perlu dilakukan secara berkelanjutan. Guru harus terus belajar dan berinovasi agar proses pembelajaran semakin relevan dan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak,” ungkap Siti.
Tidak kalah penting, aspek keamanan dan keselamatan anak atau safety menjadi bagian yang perlu diperhatikan secara serius. Satuan pendidikan diharapkan memastikan lingkungan belajar tetap aman, nyaman, sehat, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Bagi Pratama Widyalaya Sari Mekar, berbagai masukan dalam visitasi menjadi bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan. Kepala Pratama Widyalaya Sari Mekar, Santi Kumala Dewi, menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan kualitas lembaga.
“Kami akan terus berusaha mengembangkan dan menyempurnakan beberapa komponen pembelajaran yang masih kurang. Masukan dari Tim Asesor menjadi bahan evaluasi dan motivasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pratama Widyalaya Sari Mekar,” tutur Santi.
Visitasi akreditasi tersebut menjadi lebih dari sekadar proses penilaian. Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi satuan pendidikan untuk melihat berbagai aspek yang masih perlu diperkuat, mulai dari komunikasi, pembelajaran, karakter peserta didik, kompetensi pendidik hingga keamanan lingkungan sekolah.
Penguatan berbagai aspek tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem pendidikan yang tidak hanya memberikan pengetahuan kepada anak, tetapi juga menumbuhkan kejujuran, kedisiplinan, kreativitas, tanggung jawab, serta karakter yang berlandaskan nilai-nilai Dharma.
Dengan komunikasi yang semakin terbuka, pembelajaran yang inovatif dan kontekstual, guru yang terus berkembang, serta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, Pratama Widyalaya Sari Mekar memiliki fondasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan Hindu dan mempersiapkan generasi yang berkarakter serta mampu menghadapi masa depan.
Kontributor : Heni Purwanti