Siswa Hindu SDN 1 Cakat Raya Nyalakan Api Bhakti Melalui Kegiatan ROHIN di Pura Sekolah

Di tengah gejolak alam, api bhakti tetap menyala

Lampung Selatan (Bimas Hindu) - Aktivitas Gunung Anak Krakatau tak menyurutkan semangat 81 siswa Hindu SDN 1 Cakat Raya untuk tetap belajar, berdoa, dan menjalankan pembinaan rohani. Di tengah situasi alam yang perlu diwaspadai, kegiatan Rohani Hindu (ROHIN) tetap berlangsung sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan nilai Dharma sejak dini.

Kegiatan ROHIN dilaksanakan di Pura Sekolah dengan dipandu Sista Dewi Wahyuningrum, Guru Pendidikan Agama Hindu SDN 1 Cakat Raya. Meski aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian, pelaksanaan pembinaan tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan dan menempatkan keselamatan peserta didik sebagai prioritas.

Bagi para siswa, ROHIN bukan sekadar kegiatan keagamaan. Ruang pembinaan tersebut menjadi tempat untuk belajar memahami ajaran Hindu sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, kepedulian, kebersamaan, dan ketenangan dalam menghadapi keadaan.

“Di tengah gejolak alam, tetap menyalakan api bhakti. Tetap belajar, tetap berdoa, tetap menjalankan swadharma,” ujar Sista Dewi Wahyuningrum.

Menurut Sista, situasi tersebut justru menjadi momentum untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa nilai keagamaan harus hadir dalam kehidupan nyata. Salah satu prinsip yang terus ditekankan adalah Tri Hita Karana, yang mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

“Tri Hita Karana tidak cukup hanya dipahami sebagai materi pelajaran. Anak-anak perlu membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga hubungan dengan Tuhan, menghormati sesama, hingga peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Pembinaan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk memahami pentingnya menjalankan swadharma secara sadar, sekaligus tetap memiliki kewaspadaan ketika berada dalam situasi yang berkaitan dengan aktivitas alam.

“Swadharma tetap kita jalankan dengan penuh kesadaran. Namun, dalam situasi seperti ini keselamatan tetap menjadi prioritas. Anak-anak kita ajarkan untuk tetap tenang, berdoa, belajar, dan menjaga kepedulian terhadap lingkungan,” tutur Sista.

Semangat 81 siswa mengikuti ROHIN menunjukkan bahwa pembinaan spiritual tidak berhenti ketika keadaan di sekitar berubah. Justru dalam situasi penuh kewaspadaan, nilai bhakti, ketenangan, dan kepedulian menjadi semakin penting untuk ditanamkan kepada generasi muda.

Dari Pura Sekolah, pembelajaran itu terus berlangsung. Bukan hanya tentang bagaimana menjalankan ibadah, tetapi juga bagaimana membentuk anak-anak agar mampu menghadapi kehidupan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan keseimbangan nilai yang menjadi bagian penting dari Dharma.

Kontributor : Eko Sriwulan

 


Berita Daerah LAINNYA