Amlapura (Bimas Hindu) — Menguatkan ketahanan ekonomi keluarga sekaligus menanamkan kesadaran teologi finansial berbasis ajaran Dharma, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem menggelar bimbingan "Artha Berkah" di Balai Banjar Adat Bau Kangin, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Senin (7/9/2026).
Kegiatan edukasi yang menyasar 25 peserta Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) Desa Nawakerti ini dipimpin oleh Penata Layanan Operasional Kemenag Karangasem, Ni Ketut Ayu Putri Utari dan Ni Luh Sri Paryatni.
Penata Layanan Operasional Kemenag Karangasem, Ni Ketut Ayu Putri Utari, menjelaskan bahwa konsep Artha sebagai salah satu pilar Catur Purusartha harus dicari dan dikelola secara benar guna menunjang kewajiban hidup, pendidikan anak, serta fungsi keagamaan.
"Rezeki yang berkah bukan semata-mata tentang banyaknya harta yang dimiliki, tetapi bagaimana harta tersebut diperoleh dengan cara yang benar, dikelola dengan bijaksana, dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan serta memberikan manfaat bagi keluarga dan sesama," ujar Ni Ketut Ayu Putri Utari.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta dilatih untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyusun skala prioritas anggaran rumah tangga, membiasakan menabung, serta menghindari budaya konsumtif.
"Artha hendaknya menjadi sarana untuk membangun keluarga yang sejahtera. Dengan mengelola rezeki secara bijaksana, keluarga dapat memenuhi kebutuhan dengan lebih terarah, mempersiapkan masa depan anak, serta tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama," lanjutnya.
Merespons paparan tersebut, Ketua BKR Desa Nawakerti mengapresiasi langkah Kemenag Karangasem yang menghadirkan materi penyuluhan kontekstual dan berdampak langsung pada kehidupan praktis warga sehari-hari.
Melalui program "Artha Berkah" ini, Kemenag Karangasem berkomitmen untuk terus menghadirkan bimbingan keumatan yang adaptif demi mewujudkan keluarga Hindu yang mandiri, sejahtera, dan berlandaskan ajaran Dharma.
Kontributor: Finxi