Palu (Bimas Hindu) - Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, I Wayan Sudiana, S.Ag., M.Si., secara resmi membuka dan memberikan sambutan dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Santana Sulawesi Tengah (5/9/2026).
Seminar bertaraf internasional ini mengusung tema "Dharmanomics: Building Prosperity Grounded in Dharma - From Profit to Purpose, From Wealth to Well-Being, From Economy to Consciousness". Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang akademik dan reflektif untuk membahas penerapan prinsip Dharma sebagai landasan dalam membangun kesejahteraan, ekonomi yang berorientasi pada tujuan, serta kehidupan yang selaras antara aspek spiritual, etika, dan material.
Dalam sambutannya, I Wayan Sudiana, menekankan pentingnya pergeseran paradigma ekonomi di era modern. Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari akumulasi materi atau besarnya keuntungan belakangan ini, melainkan sejauh mana aktivitas ekonomi mampu menciptakan kemanfaatan, kesejahteraan, keharmonisan, serta nilai-nilai kemanusiaan.
"Konsep Dharmanomics sangat relevan dengan tantangan kehidupan modern. Perkembangan ekonomi dan teknologi yang pesat membutuhkan keseimbangan etika serta spiritual agar kegiatan ekonomi tetap berada dalam koridor tanggung jawab, keadilan, kebermanfaatan, dan kepedulian terhadap lingkungan," tegasnya.
Kegiatan yang diikuti oleh civitas akademika STAH Dharma Santana, mahasiswa, akademisi, praktisi, tokoh agama, hingga masyarakat luas ini menghadirkan jajaran narasumber pakar dari dalam dan luar negeri, antara lain:
- Dato Pardip Kumar Kukreja (Founder GHEN dan Founder Tara Foundation Malaysia)
- KS Arsana (Author of Dharmanomics dan Ketua Umum DPP Prajaniti Hindu Indonesia)
- Eric Tan (CEO TTL Group)
- Himansu Bhatt (Writer dan Heritage Activist)
- Prof. Ketut Suarayasa (Guru Besar/Pakar Kesehatan Masyarakat & Ketua DPD Prajaniti Hindu Sulteng)
- Raj Kumar (Praktisi Outdoor Advertising, Property Development, & Waste Management)
Melalui penyelenggaraan seminar ini, STAH Dharma Santana Sulawesi Tengah diharapkan dapat terus berdiri sebagai wadah strategis dalam pengembangan pemikiran serta pendidikan Hindu yang mampu menjawab dinamika zaman. Penerapan gagasan Dharmanomics menegaskan bahwa Dharma tidak hanya menjadi ajaran yang dipelajari secara teoritis, tetapi juga pedoman nyata dalam mewujudkan kehidupan yang sejahtera, beretika, harmonis, dan penuh kesadaran.