PRINGSEWU (Bimas Hindu) - Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kecamatan Gadingrejo memperkuat kemandirian finansial organisasi melalui terobosan di bidang ekonomi. Inovasi ini diwujudkan lewat pembuatan dan penjualan sarana persembahyangan berupa canang sari yang berlokasi di Dusun Banjarejo, Desa Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan kreatif yang diproduksi secara gotong royong ini merupakan bagian dari implementasi program kerja Bidang Ekonomi WHDI Kecamatan Gadingrejo. Hasil produksi canang sari dipasarkan kepada umat Hindu setempat guna menyediakan sarana upakara yang terjangkau sekaligus memperkuat program UMKM.
Ketua WHDI Kecamatan Gadingrejo, Eva Suyanti, menjelaskan bahwa program keagamaan berbasis pemberdayaan ekonomi ini diselenggarakan secara berkala demi mewujudkan kemandirian organisasi serta mempererat tali persaudaraan antaranggota.
“Kegiatan seperti ini adalah agenda rutin setiap bulan. Selain untuk memperkuat program UMKM, pembuatan canang sari bersama ini diharapkan dapat menambah semangat para ibu-ibu WHDI dalam melaksanakan yadnya serta aktif berorganisasi,” ujar Eva Suyanti di sela-sela kegiatan.
Aksi produktif para wanita Hindu ini turut mendapat perhatian dari Kementerian Agama setempat. Hadir dalam kesempatan tersebut Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Pringsewu, Dewi Yunairi, untuk memberikan pendampingan sekaligus apresiasi atas inisiatif WHDI Gadingrejo yang dinilai berhasil memadukan kewajiban dharma dengan penguatan ekonomi.
Melalui agenda rutin yang berkelanjutan ini, WHDI Kecamatan Gadingrejo berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata baik dalam menjaga tradisi keagamaan Hindu maupun membangun tata kelola finansial organisasi yang mandiri dan berdaya saing.