Tulang Bawang Barat (Bimas Hindu) — Menguatkan kecerdasan spiritual dan ketahanan moral siswa di tengah arus pesatnya perkembangan teknologi, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Tulang Bawang Barat mengedukasi 145 siswa SMAN 1 Pagar Dewa mengenai ajaran Jnana Marga dan pemaknaan Upakara, Kamis (3/9/2026).
Melalui kegiatan Pasraman Kilat Rohani Hindu yang digelar di aula SMAN 1 Pagar Dewa, para siswa diperkenalkan pada kerangka ajaran Catur Marga—yakni empat jalan spiritual mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang meliputi Jnana Marga, Karma Marga, Bhakti Marga, dan Raja Marga.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Tulang Bawang Barat, Eko Sriwulan, menjelaskan bahwa Jnana Marga atau jalan pengetahuan tidak boleh dimaknai sekadar hafalan ajaran, melainkan kemampuan berpikir kritis, membedakan perbuatan baik dan buruk, serta memilah informasi secara bijak di era digital.
"Jnana Marga bukan hanya tentang seberapa banyak kita mengetahui ajaran agama, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut mampu membuka kesadaran dan membimbing kita memilih tindakan yang benar. Anak-anak kita hidup di tengah perkembangan informasi yang sangat cepat, sehingga mereka membutuhkan pengetahuan yang disertai kebijaksanaan agar mampu menentukan mana yang sesuai dengan Dharma," terang Eko Sriwulan.
Selain Jnana Marga, para peserta dipandu mendalami makna filosofis Upakara dalam pelaksanaan Yadnya. Siswa diarahkan untuk memahami bahwa sarana ritual bukan sekadar simbol fisik, melainkan media pendidikan spiritual yang melatih ketulusan, kedisiplinan, rasa syukur, serta pengorbanan suci dalam kehidupan bermasyarakat.
"Upakara jangan hanya dipahami sebagai bentuk atau sarana persembahan. Di dalamnya terdapat nilai ketulusan, pengorbanan, rasa syukur, disiplin, dan penghormatan kepada Tuhan. Ketika siswa memahami maknanya, mereka tidak hanya mampu melaksanakan upakara, tetapi juga memahami nilai Yadnya dalam aksi nyata sehari-hari," lanjutnya.
Melalui pendalaman materi ini, Kemenag Tulang Bawang Barat berkomitmen untuk terus mengawal pembinaan karakter di sekolah-sekolah agar generasi muda Hindu tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, bertindak atas dasar Dharma, dan berakar kuat pada nilai tradisi keagamaan.