Karanganyar (Bimas Hindu) — Mengembangkan inovasi pembinaan remaja dan kesiapan calon pengantin (pra-nikah) berbasis kesehatan jiwa dan raga, Pokjaluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Karanganyar menggelar kegiatan "Cetho Beryoga" di kawasan pelataran Candi Cetho, Karanganyar, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan interaktif yang diinisiasi bersama Yayasan Dharma Sinergi Nusantara dan Jala Pawitra Cetho ini diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan generasi muda Hindu. Rangkaian acara diawali dengan olah fisik senam bersama di Basecamp Pesona Lawu Cetho, kemudian dilanjutkan dengan meditatif yoga di pelataran Candi Cetho.
Program ini dirancang secara khusus untuk membekali generasi muda Hindu agar memiliki keseimbangan emosional, ketenangan pikiran, kesadaran hidup sehat, serta kesiapan mental spiritual sebelum memasuki fase kehidupan berumah tangga.
Ketua Panitia Cetho Beryoga, Lilik Dwi Fajar Riyanto, menyampaikan bahwa pendekatan pembinaan keumatan bagi generasi muda perlu dikemas secara kreatif dan kontekstual.
"Cetho Beryoga kami hadirkan bukan hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kebersamaan, kesehatan jasmani, ketenangan pikiran, dan penguatan spiritual. Ini menjadi bagian penting dari program pembinaan remaja dan persiapan pra-nikah," ujar Lilik.
Sementara itu, Ketua Pokjaluh Hindu Kabupaten Karanganyar, Supriyadi, menegaskan bahwa pembinaan rohani remaja tidak cukup dilakukan melalui ceramah teori, melainkan harus menyentuh aspek pemeliharaan kesehatan mental dan emosional.
"Pembinaan remaja dan pra-nikah merupakan bagian vital dalam menyiapkan masa depan generasi muda Hindu. Melalui kegiatan Cetho Beryoga ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa kesehatan jasmani, ketenangan pikiran, dan keheningan spiritual merupakan satu kesatuan utuh yang saling menguatkan," tegas Supriyadi.
Melalui sinergi lintas lembaga di kawasan Candi Cetho ini, Kemenag Karanganyar berkomitmen untuk terus menggulirkan program pembinaan remaja yang adaptif guna mencetak generasi muda Hindu yang sehat secara fisik, matang secara emosional, dan berakar kuat pada nilai spiritualitas.