Karo (Bimas Hindu) — Dalam upaya menangkal potensi disinformasi di era digital serta memantapkan keharmonisian sosial di tengah kemajemukan masyarakat, Pembina Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Utara menggelar Dialog Kerukunan Tokoh Masyarakat Hindu di Pura Dharma Pratama, Desa Bintang Meriah, Kabupaten Karo, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Ketua PHDI Kabupaten Karo Komang Agus Aryawan Ginting, Ketua Persatuan Hindu Pemena Sumatera Utara Arianda Surbakti, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Sumatera Utara Dinis, serta para tokoh masyarakat Hindu setempat.
Pembimas Hindu Sumut, Elirosa Tarigan, menyampaikan bahwa kemajuan teknologi informasi yang menembus hingga pelosok desa harus diimbangi dengan pemahaman ajaran agama yang mendalam serta kearifan lokal yang kokoh.
“Tokoh umat memiliki peran sentral dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Konsep ajaran Tri Hita Karana sangat relevan sebagai landasan membangun keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, antarsesama manusia, serta dengan alam lingkungan,” ujar Elirosa Tarigan.
Ia menambahkan bahwa tanpa fondasi agama dan kearifan lokal yang kuat, derasnya arus informasi di media digital berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta merusak ketenteraman warga.
“Derasnya arus informasi dapat memicu disharmonisasi jika tidak disaring secara bijak. Oleh karena itu, tokoh agama dan tokoh masyarakat harus hadir sebagai penyejuk serta memberi solusi nyata dalam merawat kerukunan,” tegasnya.
Dialog ini turut menghadirkan tokoh masyarakat Karo, Suranta Surbakti, yang memaparkan pentingnya membumikan filosofi Endik Enta dalam merawat toleransi di ruang digital. menurutnya, Endik Enta mengajarkan kesadaran untuk saling menghargai, tenggang rasa, dan tidak mementingkan diri sendiri.
“Di era digital, kemudahan menyampaikan pendapat harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab. Nilai-nilai Endik Enta mengingatkan kita bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan untuk tetap hidup berdampingan. Ruang digital sepatutnya kita manfaatkan untuk menyebarkan pesan persaudaraan dan kedamaian,” ungkap Suranta.
Melalui integrasi ajaran keagamaan dan pelestarian kearifan lokal Hindu Pemena ini, Ditjen Bimas Hindu berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan keagamaan berbasis adat budaya Nusantara demi mewujudkan masyarakat yang rukun, bijak bermedia digital, dan bersatu.
Kontributor: Dr. Matha Riswan, M.Psi