Prambanan (Bimas Hindu) — Mengusung semangat spiritual "Napak Tilas Leluhur Nusantara", rombongan Tirta Yatra dari Griya Padha Manuaba Kedampal, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, melaksanakan persembahyangan suci di kawasan agung Candi Prambanan pada Kamis (30/7/2026).
Rombongan Tirta Yatra ini dipimpin langsung oleh Ida Pedanda Gede Tarukan Manuaba dengan didampingi oleh pemandu Jro Gde Purwanto. Perjalanan spiritual ini merupakan wujud laku menelusuri jejak peradaban Hindu di berbagai situs bersejarah Nusantara. Rangkaian Tirta Yatra diawali dari peninggalan sejarah di Kediri (Jawa Timur), dilanjutkan ke Candi Prambanan, dan rencananya akan bermuara di kawasan suci Gunung Salak, Bogor (Jawa Barat).
Selama berada di kawasan Candi Prambanan, Jro Gde Purwanto tidak sekadar memberikan layanan pendampingan ritual. Ia juga memaparkan sejarah Candi Prambanan sebagai mahakarya warisan peradaban Hindu yang dibangun pada masa Kerajaan Medang Mataram sekitar abad ke-8 Masehi. Selain itu, umat juga diberikan pemahaman mengenai tata cara dan prosedur persembahyangan di kawasan cagar budaya agar ibadah tetap khidmat tanpa menyalahi ketentuan pelestarian situs peninggalan dunia tersebut.
"Pendampingan persembahyangan di Candi Prambanan tidak hanya memastikan ibadah berlangsung tertib, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada umat mengenai sejarah candi, nilai-nilai spiritualnya, serta tata cara persembahyangan yang sesuai dengan ketentuan. Dengan demikian, setiap Tirta Yatra menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran tentang warisan luhur Hindu Nusantara," papar Jro Gde Purwanto.
Dalam kesempatan yang sama, Ida Pedanda Gede Tarukan Manuaba mengungkapkan rasa syukurnya atas keterbukaan akses bagi umat Hindu untuk beribadah di situs-situs peninggalan sejarah. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk nyata penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
"Kami sangat bersyukur umat Hindu diberikan kesempatan untuk melaksanakan persembahyangan dengan baik di Candi Prambanan. Tempat suci ini bukan hanya peninggalan sejarah dan budaya dunia, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi kami. Semoga kesempatan ini terus terjaga sehingga generasi mendatang tetap dapat merasakan nilai-nilai suci yang diwariskan para leluhur," ujar Ida Pedanda Gede Tarukan Manuaba.
Kegiatan Tirta Yatra ini menjadi momentum strategis untuk mempererat persaudaraan umat Hindu lintas daerah, sekaligus memperkuat komitmen dalam melestarikan peradaban Nusantara. Kehadiran rombongan dari Bali di Candi Prambanan mencerminkan eratnya ikatan spiritual antardaerah yang dihubungkan oleh warisan peradaban yang sama.
Direktorat Jenderal Bimas Hindu secara konsisten terus mendukung pemanfaatan situs-situs suci dan bersejarah untuk kegiatan keagamaan. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga harmoni, melestarikan warisan budaya, serta memperkokoh kehidupan beragama yang moderat dan berakar pada kebesaran nilai-nilai luhur bangsa.
Kontributor: Heni Purwanti