Bangli (Bimas Hindu) – Kementerian Agama terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan lembaga adat demi mewujudkan pembinaan umat yang komprehensif. Wujud nyata dari komitmen ini ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, Ni Wayan Wiraswastini, yang ikut dalam kegiatan pembukaan Pasraman Widya Dharma Sastra di Desa Adat Tembuku Kelod, Kecamatan Tembuku, Minggu (19/7).
Keikutsertaan Penyuluh Agama Hindu dalam momentum strategis ini menegaskan andil penting jajaran Kementerian Agama dalam mengawal pembinaan generasi muda Hindu. Pasraman diharapkan menjadi kawah candradimuka yang melahirkan generasi Hindu yang cerdas, inovatif, berkarakter mulia, serta memiliki kepatuhan yang tinggi terhadap ajaran sradha dan bhakti.
Selain mendukung penguatan pendidikan keagamaan melalui pasraman, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli juga memanfaatkan ruang ini untuk menggaungkan program prioritas nasional. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan Sosialisasi Early Warning System (EWS) Anti Radikalisme yang menyasar prajuru adat serta prajuru dinas Desa Adat Tembuku Kelod. Langkah preventif ini bertujuan memetakan dan meningkatkan kewaspadaan dini masyarakat terhadap potensi masuknya paham radikal, sekaligus memperkokoh fondasi Moderasi Beragama di akar rumput.
"Pasraman merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, karakter, dan kebangsaan kepada generasi muda sejak dini. Melalui sinergi solid antara Kementerian Agama dan desa adat, kami berharap lahir generasi Hindu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu menangkal pengaruh paham radikalisme melalui penguatan moderasi beragama," ungkap Ni Wayan Wiraswastini di sela-sela kegiatan pembukaan.
Guna memastikan keberlanjutan proses pembelajaran, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli dipastikan akan mengambil peran aktif bertindak sebagai tutor atau tenaga pengajar. Kegiatan pembelajaran di Pasraman Widya Dharma Sastra ini dijadwalkan berlangsung secara berkala dan rutin setiap hari Sabtu dan Minggu.
Keterlibatan aktif penyuluh fungsional sebagai pilar pembinaan di lapangan ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam mentransfer nilai-nilai luhur susila Hindu, menjaga kearifan lokal, serta mematri komitmen kebangsaan yang kokoh dalam diri generasi muda sebagai benteng keutuhan NKRI.
Agenda peresmian ini turut disaksikan dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting setempat, di antaranya Jro Bandesa Alitan Kecamatan Tembuku, Perbekel Desa Tembuku, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Penyuluh Bahasa Bali, segenap Prajuru Desa Adat Tembuku Kelod, Sekaa Teruna Teruni (STT) Desa Adat Tembuku Kelod, serta para yowana peserta Pasraman Widya Dharma Sastra.