Tanam Pohon dan Tebar Ratusan Benih Ikan, Dharma Sadhana 13 Dorong Kepedulian Lingkungan

Dharma untuk Sesama, Dharma untuk Alam

Buleleng (Bimas Hindu) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng memperkuat kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan melalui Dharma Sadhana 13. Kegiatan diisi dengan penanaman pohon, penebaran ratusan benih ikan, serta penyaluran bantuan kepada 25 warga di Kecamatan Kubutambahan, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pura Negara Gambur Anglayang tersebut diselenggarakan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu bersama pegawai Kemenag Buleleng yang beragama Hindu. Bantuan diberikan kepada warga kurang mampu, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Dharma Sadhana merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan dan lokasinya digilir di setiap kecamatan. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi semangat Kemenag Berdampak, dengan memadukan pelayanan keagamaan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan Dharma Sadhana meliputi kunjungan ke pura yang memiliki keunikan, mereresik atau membersihkan lingkungan pura, persembahyangan, dharmathula, hingga kegiatan sosial berupa pemberian bantuan yang dihimpun secara swadaya oleh para pegawai.

Selain memperkuat kepedulian sosial, Dharma Sadhana 13 juga mengangkat semangat Ekoteologi dan Green Dharma. Para peserta menanam puluhan pohon di kawasan pura serta menebarkan ratusan benih ikan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam dan mendukung gerakan pelestarian satwa dalam momentum Tumpek Uye.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan, turut hadir dan berpartisipasi langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan bersama Kepala Seksi Urusan Agama Hindu Kemenag Buleleng.

Sumarawan mengapresiasi pelaksanaan Dharma Sadhana yang dinilainya menjadi bentuk nyata kehadiran Kemenag di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi satu upaya kecil kami untuk mewujudkan Kemenag Berdampak serta mendukung program Green Dharma dan Ekoteologi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Ke depan, kegiatan ini perlu terus dilaksanakan sehingga semakin banyak umat yang menerima manfaat,” ujar Sumarawan.

Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan spiritual, tetapi juga dapat diterjemahkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

Penanaman pohon dan penebaran benih ikan menjadi bagian dari edukasi kepada umat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Hindu yang menempatkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan sebagai bagian penting dalam kehidupan.

Dharma Sadhana 13 juga memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari rangkaian Utsawa Jnananing Sad Dharma 3 yang dilaksanakan pada tahun ini. Kegiatan tersebut memperkuat komitmen Kemenag Buleleng dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan umat, tetapi juga mendorong lahirnya masyarakat yang berdaya, cerdas, religius, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama.

Melalui Dharma Sadhana, Kemenag Buleleng berharap semangat pelayanan dan pengabdian dapat terus tumbuh di kalangan pegawai dan penyuluh agama. Kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan penguatan kehidupan keagamaan diharapkan berjalan beriringan sebagai wujud nyata pelayanan yang berdampak bagi umat.

Kontributor : Wahyanti,S.Sos


Berita Daerah LAINNYA