Amlapura (Bimas Hindu) --- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karangasem melalui Penyuluh Agama Hindu bekerja sama dengan Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Abang menggelar kegiatan Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) bertempat di SMP Negeri Satu Atap Buntuan pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan edukatif ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dan kehadiran nyata aparatur Kemenag dalam membimbing serta menguatkan mental spiritual generasi muda Hindu.
Mengangkat tema "Mengelola Emosi Remaja, Rasa Takut, dan Keragu-raguan dalam Perspektif Hindu", program ini menyasar para siswa yang berada pada masa transisi tumbuh kembang. Fase remaja dinilai rentan terhadap gejolak perubahan fisik, emosional, sosial, maupun pola pikir.
Dalam sesi bimbingan dan penyuluhan, para siswa diajak untuk memahami bahwa dinamika emosi seperti amarah, kecemasan, ketakutan, hingga keraguan merupakan hal wajar dalam kehidupan. Kendati demikian, emosi tersebut harus mampu dikendalikan dengan mengedepankan prinsip Viveka, yaitu kemampuan akal budi luhur untuk membedakan antara hal yang baik (subha karma) dan buruk (asubha karma).
"Masa remaja memang rentan dengan gejolak emosi dan ketakutan akan masa depan. Melalui ajaran agama, kita mengajak adik-adik untuk tidak lari dari emosi tersebut, melainkan mengelolanya dengan 'viveka'. Ubah keraguan itu menjadi energi positif dan keteguhan hati dalam meraih cita-cita," ujar Putu Ananta Wijaya, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Karangasem.
Selain penguatan prinsip Viveka, materi bimbingan juga mengelaborasikan ajaran suci Bhagavad Gita. Para siswa didorong untuk senantiasa teguh dalam menjalankan Swadharma (kewajiban diri sebagai pelajar). Dengan landasan mental dan spiritual yang kuat, generasi muda Hindu diharapkan pantang menyerah, tidak mudah terpengaruh dorongan impulsif ego, serta tangguh menghadapi tuntutan akademis maupun pergaulan di era modern.
Melalui sinergi bimbingan keagamaan ini, Kemenag Karangasem berharap dapat mencetak generasi muda Hindu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Kontributor : Finxi