KUBU (Bimas Hindu) - Penyuluh Agama Hindu bersama Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Kubu menggelar kegiatan pembinaan keagamaan bertajuk Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang berlangsung di SMP Negeri 5 Kubu, Kabupaten Karangasem (10/9/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk membendung pengaruh negatif modernisasi sekaligus menguatkan jati diri serta karakter generasi muda Hindu melalui seni dan keterampilan tradisi.
Mengangkat tema "Membangun Karakter Siswa melalui Dharma Gita dan Keterampilan Mejejaitan", program pembinaan ini dirancang secara menyenangkan, komunikatif, dan aplikatif. Lewat pendekatan praktis, para peserta tidak hanya diajak menguasai teori ajaran agama, tetapi juga diajarkan melantunkan tembang-tembang suci (Dharma Gita) serta mempraktikkan seni membuat sarana persembahyangan (mejejaitan).
Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Kubu, Ida Bagus Maka, menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai spiritual pada generasi muda harus dibarengi dengan olah rasa dan praktik nyata.
"Belajar agama Hindu tidak sekadar memahami teori di dalam kelas, tetapi harus dijiwai melalui seni, budaya, dan keterampilan nyata. Melalui lantunan Dharma Gita, siswa mengasah rasa dan suara, sementara lewat praktik mejejaitan mereka belajar ketekunan, kesabaran, serta kerja sama tim yang mencerminkan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha," ujar Ida Bagus Maka.
Senada dengan hal tersebut, Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Kubu, Ni Putu Juliani, menambahkan bahwa pendampingan berkala seperti program BRUS sangat mendesak untuk menjaga kelestarian tradisi di tengah pesatnya dinamika zaman. Keterampilan keagamaan yang dipelajari diharapkan dapat menjadi benteng mental dan kepribadian siswa.
"Kegiatan BRUS ini dirancang agar generasi muda Hindu kita memiliki kecintaan yang mendalam terhadap budaya lokal. Keterampilan mejejaitan dan seni keagamaan bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan wadah pembentukan karakter positif yang membentengi mental dan kepribadian siswa dalam kehidupan sehari-hari," jelas Ni Putu Juliani.
Melalui kolaborasi dan sinergi pembinaan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem berharap ruang edukasi kreatif keagamaan di sekolah-sekolah dapat terus diperluas. Sinergi ini ditujukan untuk mencetak generasi muda Hindu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual serta berakar kuat pada tradisi dan nilai-nilai luhur budaya Nusantara.
Kontributor: Finxi