Baca Sloka Bhagawadgita di Depan Umat, Sisya Pasraman Mesuji Latih Sraddha dan Kepercayaan Diri

Sisya pasraman baca sloka Bhagawadgita di depan umat

Mesuji, Lampung (Bimas Hindu) Pembacaan sloka Bhagawadgita di Pura Dalem Banjar Labuhan Indah tidak hanya menjadi bagian dari persembahyangan Purnama dan Tilem. Bagi siswa Pasraman Maruti Jnana, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang belajar untuk memperkuat sraddha dan bhakti serta melatih keberanian tampil di depan umum.

Pada Rahina Tilem Sasih Ketiga, siswa pasraman membacakan Bhagawadgita Adhyaya VII Sloka 1 dan 2 di hadapan umat Hindu yang hadir mengikuti persembahyangan di Pura Dalem Banjar Labuhan Indah, Desa Labuhan Batin, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji. Tradisi pembacaan sloka tersebut juga rutin dilakukan pada persembahyangan Purnama dan Tilem.

Menariknya, siswa tampil secara berpasangan di depan umat. Pola tersebut membuat pembelajaran kitab suci tidak hanya berlangsung di ruang pasraman, tetapi langsung dipraktikkan dalam kehidupan keagamaan umat.

Kesempatan tampil di hadapan banyak orang juga memberi pengalaman tersendiri bagi generasi muda. Mereka belajar mengendalikan rasa gugup, melatih pelafalan, membangun kepercayaan diri, serta memiliki keberanian menyampaikan sloka suci di ruang publik keagamaan.

Penyuluh Agama Hindu Ni Ketut Putriani mengatakan pembacaan sloka secara rutin merupakan proses pembiasaan untuk membentuk karakter dan spiritualitas anak.

“Ketika anak-anak dibiasakan mendengarkan dan menyampaikan sloka suci secara rutin, mereka tidak hanya belajar melafalkan ajaran, tetapi juga perlahan memahami dan menanamkan nilai Dharma dalam dirinya,” ujar Ni Ketut Putriani.

Melalui pendekatan tersebut, Bhagawadgita diperkenalkan kepada generasi muda tidak sebatas sebagai teks yang harus dipelajari. Sloka dibaca, didengar bersama, kemudian ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman keagamaan yang mereka jalani secara langsung.

Kadek Sutame dari Adat Banjar Labuhan Indah mengatakan pembiasaan mendengarkan sloka diharapkan membuat nilai Dharma semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Kegiatan rutin pembacaan sloka suci ini tidak lain bertujuan untuk membiasakan anak-anak mendengarkan sloka suci. Dengan rutin mendengarkan, kami berharap nilai-nilai Dharma yang terkandung di dalamnya dapat tertanam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kadek Sutame.

Pembacaan Bhagawadgita di hadapan umat akhirnya memberi dua ruang pembelajaran sekaligus. Dari sisi spiritual, siswa dibiasakan mengenal dan mencintai sastra suci untuk memperkuat sraddha dan bhakti. Dari sisi pengembangan diri, mereka memperoleh kesempatan untuk berlatih tampil, berbicara dengan percaya diri, dan menyampaikan pesan Dharma di hadapan masyarakat.

Kebiasaan tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari pembinaan Pasraman Maruti Jnana. Dengan memberi generasi muda ruang untuk tampil dalam persembahyangan, pura tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang tumbuh bagi keberanian, karakter, dan kecintaan generasi Hindu terhadap Bhagawadgita.

 


Berita Daerah LAINNYA