BANGLI (Bimas Hindu) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli terus memperluas jangkauan layanan keagamaan yang inklusif dan humanis bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui Program Ruang Pulih Kemenag, tim Penyuluh Agama Hindu memberikan bimbingan spiritual khusus bagi rehabilitan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) di RSJ Manah Santhi Mahottama (10/9/2026).
Kegiatan pembinaan spiritual ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli, I Wayan Sudarma dan Ni Wayan Wiraswastini, dengan mendampingi dua orang rehabilitan wanita. Program ini dirancang khusus untuk mendukung proses pemulihan fisik dan mental pasien melalui pendekatan keagamaan yang reflektif serta praktik olah napas Pranayama Self-Detox.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi dialogis dan refleksi bertajuk “Mengenali Nilai Diri (Self-Value) dan Tiga Anugerah Hidup dari Tuhan”. Melalui sesi ini, para rehabilitan diajak untuk menggali kembali potensi positif dalam diri, menyadari hakikat kehidupan, serta membangkitkan motivasi internal agar tetap optimistis menjalani masa pemulihan.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli, I Wayan Sudarma, menjelaskan bahwa penguatan nilai diri dan keyakinan spiritual merupakan fondasi penting dalam proses rehabilitasi.
"Melalui pengenalan nilai diri, kami ingin mengajak para rehabilitan untuk menyadari bahwa setiap pribadi memiliki harkat, potensi, dan kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Pemulihan membutuhkan ketekunan dan kesadaran batin agar mereka memiliki benteng spiritual yang kuat dalam menata kembali masa depannya," ujar Sudarma.
Usai sesi refleksi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik olah napas Pranayama Self-Detox yang dipandu secara bertahap dalam suasana tenang. Teknik ini bertujuan membantu peserta mencapai relaksasi mendalam, melepaskan ketegangan fisik maupun emosional, serta melatih kemampuan mengendalikan emosi selama masa rehabilitasi.
Selama bimbingan berlangsung, tim penyuluh mengedepankan pendekatan yang empati, aman, dan tanpa penghakiman (non-judgmental). Luapan emosi yang muncul dari peserta diterima sebagai bagian alami dari proses pelepasan beban batin dan penyembuhan mental.
Melalui pendampingan yang konsisten ini, Kementerian Agama Kabupaten Bangli menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan dukungan spiritual dan moral bagi kelompok rentan. Ke depan, Program Ruang Pulih diharapkan dapat terus membantu para rehabilitan dalam menumbuhkan optimisme, kedamaian batin, serta kepercayaan diri untuk kembali berkarya di tengah masyarakat.
Kontributor: I Made Sudiana