BANGLI (Bimas Hindu) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli melalui Penyuluh Agama Hindu terus berkomitmen menguatkan karakter dan kualitas generasi muda Hindu. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan bimbingan, penyuluhan, dan praktik keagamaan bagi remaja di Pasraman Gurukula Bangli (10/9/2026).
Kegiatan pembinaan secara komprehensif ini diampu oleh Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli yang terdiri dari I Dewa Ayu Trijuliani, Eka Arsa Dewi, Ni Wayan Seniasih, Ni Nyoman Sutiari, Ni Nyoman Lestiawati, dan Ni Kadek Ary Murdaningsih. Pembinaan dikemas dalam rangkaian kegiatan edukatif, interaktif, dan kontekstual guna menjawab kebutuhan serta tantangan generasi muda saat ini.
Rangkaian pembinaan diawali dengan pelatihan praktik Yoga Surya Namaskar yang diikuti oleh 12 peserta. Pelatihan yoga ini ditujukan untuk membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan jasmani, ketenangan pikiran, kedisiplinan, serta keseimbangan diri.
Selain pembinaan spiritual dan kesehatan, para remaja juga dibekali keterampilan praktis sarana upakara keagamaan. Sebanyak 35 peserta mendapatkan pembinaan langsung mengenai pembuatan sanganan suci seperti Bucu Telu, Kekupa, dan Bungan Temu serta teknik pembuatan Ipit dan Kuluban. Pembekalan ini tidak hanya menanamkan keterampilan teknis, tetapi juga mentransformasikan nilai-nilai etika, kerapian, kedisiplinan, kreativitas, hingga semangat gotong royong.
Tak kalah menarik, pembinaan juga menyasar aspek pelestarian seni dan budaya melalui pelatihan gerak dasar Seni Tari Bali yang diikuti sebanyak 45 peserta. Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi remaja Hindu untuk mengekspresikan bakat seni sekaligus menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki terhadap warisan budaya leluhur.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli, I Dewa Ayu Trijuliani, menegaskan pentingnya metode penyuluhan yang dekat dengan dunia remaja.
"Pembinaan generasi muda Hindu perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya melalui penyampaian teori atau materi semata, melainkan lewat praktik langsung. Dengan memadukan aspek spiritualitas, keterampilan keagamaan, kesehatan fisik, dan seni budaya, kami berharap lahir generasi muda Hindu yang berkarakter mulia, memahami ajaran dharma, dan bangga akan identitas budaya Bali," ungkapnya.
Dewa Ayu menambahkan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen dan kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan bimbingan keagamaan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Seluruh rangkaian pembinaan berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh para peserta. Melalui edukasi yang berkesinambungan ini, Kemenag Bangli berharap nilai-nilai keagamaan dan karakter positif yang dibentuk dapat diimplementasikan para siswa di lingkungan keluarga, sekolah, pasraman, maupun masyarakat luas.
Kontributor: I Made Sudiana