Tulang Bawang Barat (Bimas Hindu) — Keterbatasan jarak dan kondisi geografis tidak memadamkan semangat pembinaan keumatan di kawasan pelosok. Mengusung nilai-nilai pengabdian tulus, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menggelar pembinaan keagamaan terpadu bagi umat Hindu di wilayah pedesaan, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan pembinaan ini difokuskan pada penguatan pemahaman ajaran Panca Sraddha lima dasar keyakinan dalam agama Hindu agar tidak sekadar menjadi pengetahuan teoretis, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata (Subha Karma) kehidupan sehari-hari.
Ketua WHDI Tubaba, Ida Ayu Komang, menegaskan bahwa perempuan Hindu memiliki peran yang sangat strategis sebagai benteng utama dalam menjaga ketahanan spiritual dan karakter keluarga.
"Bhakti tidak mengenal jarak. Di mana pun umat berada, selama ada kemauan untuk belajar dan menjalankan Dharma, di situlah nilai-nilai keagamaan tetap hidup. Panca Sraddha hendaknya tidak berhenti sebagai hafalan, melainkan menjadi pedoman dalam berpikir, berkata, dan bertindak. Keteladanan ibu di rumah tangga akan ditiru oleh anak-anak," jelas Ida Ayu Komang.
Pembinaan interaktif ini memberikan pemahaman mendalam bagi para peserta. Salah satu umat yang hadir, Kadek, mengaku mendapatkan sudut pandang baru dalam mengartikan wujud bhakti kepada Tuhan.
"Selama ini kami sering memahami bhakti hanya sebatas ritual persembahyangan di pura. Melalui pembinaan ini, saya menyadari bahwa menjaga ucapan, membantu sesama, dan menjalankan kewajiban keluarga dengan tulus juga merupakan bagian nyata dari bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa," ungkap Kadek.
Melalui pendampingan berkelanjutan hingga ke pelosok daerah ini, Kemenag dan WHDI Tubaba berkomitmen memastikan seluruh umat Hindu di daerah terpencil memperoleh hak pelayanan keagamaan dan pembinaan mental yang setara.
Kontributor: Eko Sriwulan