Perkuat Nilai Spiritual Warga Binaan, Bimbingan Rohani Catur Purusartha Digelar di Lapas Argamakmur

Penyuluh Agama Hindu, Ida Made Masdarma, memaparkan bahwa Catur Purusartha

ARGAMAKMUR (BIMAS HINDU) - Berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Utara melalui Penyuluh Agama Hindu terus melaksanaan kegiatan bimbingan rohani bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Hindu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Argamakmur, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan pembinaan mental dan spiritual ini dikemas secara interaktif melalui penyampaian Dharma Wacana, diskusi, serta sesi tanya jawab. Adapun materi yang diangkat pada kesempatan kali ini mengusung tema "Empat Target Pencapaian Kehidupan dalam Agama Hindu (Catur Purusartha)", yang mencakup ajaran Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.

Penyuluh Agama Hindu, Ida Made Masdarma, memaparkan bahwa Catur Purusartha merupakan pedoman utama bagi umat Hindu untuk mencapai kehidupan yang seimbang, bertanggung jawab, dan berlandaskan ajaran suci Veda.

"Dharma menjadi dasar utama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan. Sementara Artha dan Kama merupakan upaya memenuhi kesejahteraan serta keinginan yang harus tetap berada dalam koridor Dharma. Adapun Moksa adalah tujuan tertinggi, yakni kebahagiaan sejati melalui penyatuan Atman dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa," terang Ida Made Masdarma.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan rohani ini sebagai sarana membangun kesadaran diri warga binaan agar mampu mengambil hikmah dari pengalaman masa lalu demi menata masa depan yang lebih baik.

"Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Kebahagiaan hidup tidak hanya diukur dari aspek materi, tetapi dari sejauh mana kita mampu menjalankan Dharma dalam setiap langkah kehidupan. Semoga pembinaan ini menjadi motivasi bagi para warga binaan untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih berkarakter," tambahnya.

Suasana pembinaan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para warga binaan tampak aktif berdialog dan berkonsultasi mengenai penerapan praktis ajaran Agama Hindu dalam kehidupan sehari-hari di dalam lembaga pemasyarakatan.

Melalui bimbingan rohani yang rutin ini, diharapkan warga binaan Hindu semakin memiliki keteguhan iman (Sradha dan Bhakti), perbaikan perilaku, serta kesiapan moral untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat sebagai pribadi yang bertanggung jawab.


Berita Daerah LAINNYA