Piodalan Ke-13 Pura Daksina Murti: Momentum Memperkuat Sradha Bhakti dan Rasa Persaudaraan

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Bantul, I Gede Suwardana, mengajak umat untuk senantiasa mengendalikan ego sebagai wujud pengorbanan diri

Bantul (Bimas Hindu) - Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Piodalan Ke-13 Pura Daksina Murti yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) bertempat di Pura Daksina Murti, Kretek, Kabupaten Bantul. Upacara suci ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian persembahyangan dipuput oleh Pinandita Ida Bagus Agung MT, dengan didampingi Jro Mangku Dwi Winarto dan Jro Mangku Widiantoro. Turut hadir dalam kegiatan keagamaan ini Penyuluh Agama Hindu, Buddha, dan Katolik Kementerian Agama Kabupaten Bantul, pengurus Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Bantul, serta seluruh umat penyungsung Pura Daksina Murti yang mengikuti rangkaian upacara dengan penuh kekhusyukan.

Ketua Penyungsung Pura Daksina Murti, Dewa Hari Wangsa, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya piodalan yang telah memasuki tahun ke-13 tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kesederhanaan dalam pelaksanaan piodalan sama sekali tidak mengurangi makna spiritual, melainkan justru menghadirkan suasana yang hangat, nyaman, dan penuh kekeluargaan.

"Piodalan kali ini merupakan piodalan yang ke-13. Semoga kita semua senantiasa diberikan kebahagiaan. Piodalan yang sederhana ini justru menghadirkan rasa nyaman dan mempererat kebersamaan di antara kita," ujar Dewa Hari Wangsa.

Dalam sesi Dharma Wacana, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Bantul, I Gede Suwardana, mengajak umat untuk senantiasa mengendalikan ego sebagai wujud pengorbanan diri (yadnya) dalam menapaki jalan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ia menegaskan bahwa kerendahan hati dan pengendalian diri merupakan landasan utama dalam membangun kualitas kehidupan spiritual. Selain itu, umat juga diajak untuk meningkatkan kualitas meditasi kepada Sang Hyang Daksina Murti, manifestasi Dewa Siwa sebagai Guru Agung yang menjadi sumber kebijaksanaan, pengetahuan, serta pencerahan rohani.

"Bhakti yang sejati dimulai dengan mengorbankan ego dalam diri. Ketika ego mampu dikendalikan, kita akan semakin tekun berbakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan memperoleh tuntunan kebijaksanaan melalui perenungan kepada Sang Hyang Daksina Murti sebagai Guru Agung," terang I Gede Suwardana.

Pelaksanaan Piodalan Ke-13 Pura Daksina Murti ini tidak hanya menjadi wujud pelestarian tradisi dan ajaran keagamaan Hindu, tetapi juga merefleksikan semangat moderasi beragama melalui kehadiran para penyuluh lintas agama yang turut mempererat harmoni interrelijius. Nilai-nilai gotong royong, persaudaraan, dan ketulusan dalam berbakti menjadi pesan utama yang terus dijaga guna mewujudkan kehidupan beragama yang damai, rukun, dan harmonis di Kabupaten Bantul.

Kontributor/Penulis : Heni Purwanti


Berita Daerah LAINNYA