Redefinisi Perjalanan Suci Tirtayatra, Edukasi Kesucian Batin Dibekalkan bagi Umat di Tanggamus

Pendalaman ajaran Tirtayatra

Tanggamus (Bimas Hindu) — Mendorong pemahaman keagamaan yang mendalam mengenai hakikat ziarah tempat suci, pendalaman ajaran Tirtayatra atau Dharmayatra digelar dalam kegiatan Pesantian Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan pembinaan spiritual yang dirangkaikan dengan persembahyangan bersama tersebut diikuti oleh puluhan umat Hindu setempat serta dipandu langsung oleh Jro Mangku Sumino.

Dalam forum tersebut, umat diajak memahami bahwa Tirtayatra tidak semata-mata dimaknai sebagai aktivitas perjalanan wisata fisik dari satu tempat ke tempat lain, melainkan sebuah perjalanan spiritual (inner journey) untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menyucikan batin.

Tokoh Keagamaan Kota Agung, Jro Mangku Sumino, memaparkan secara eksplisit bahwa secara bahasa, tirta berarti kesucian dan yatra berarti perjalanan, sehingga esensi utamanya terletak pada transformasi kesadaran diri setelah berziarah.

“Tirtayatra jangan hanya dimaknai sebagai perjalanan mengunjungi tempat suci. Yang lebih penting adalah bagaimana perjalanan itu mampu membawa kesucian ke dalam diri. Kita datang ke tempat suci untuk bersembahyang dan memohon tuntunan, sekaligus melakukan introspeksi agar mampu menjalankan kehidupan yang lebih baik sesuai Dharma,” ujar Jro Mangku Sumino.

Ia menambahkan, kunjungan ke berbagai tempat suci dan sumber air suci hendaknya menjadi sarana mempelajari sejarah keagamaan, menumbuhkan rasa rendah hati, serta melatih kedisiplinan dan ketulusan dalam bermasyarakat.

Melalui penguatan kegiatan pesantian berkala ini, Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus terus berkomitmen mendampingi peningkatan kualitas literasi keagamaan agar pemahaman ajaran suci Hindu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kontributor: Eko Sriwulan


Berita Daerah LAINNYA