Ruang Pulih: Sentuhan Terapi Keagamaan dan Upakara Hadirkan Ketenangan Batin bagi Kelompok Rentan

Penyuluh Agama Hindu, I Wayan Sudarma

BANGLI (BIMAS HINDU) - Upaya menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan merangkul seluruh lapisan masyarakat kembali diwujudkan melalui pembinaan spiritual yang menyasar kelompok rentan. Melalui Program Ruang Pulih, bimbingan dan penyuluhan terapi psikososial diberikan kepada 20 orang rehabilitan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tengah menjalani pemulihan di Rumah Sakit Manah Santhi Mahottama (23/7).

Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Hindu, I Wayan Sudarma, ini memadukan pendekatan keagamaan Hindu dengan metode terapi praktis. Para peserta diajak untuk mempraktikkan pembuatan sarana upakara sebagai media terapi berbasis nilai kearifan lokal. Aktivitas ini dirancang khusus untuk melatih konsentrasi, ketelitian, serta menumbuhkan kembali kreativitas dan kebiasaan positif dalam mengisi waktu sehari-hari.

Selain praktik keterampilan upakara, para rehabilitan juga diajak berdialog dalam sesi Dharmatula yang mengangkat tema "Manfaat Praktik Nitya Karma Puja bagi Kesehatan". Dalam sesi tersebut dipaparkan bahwa pelaksanaan sembahyang dan doa harian yang didasari rasa sraddha (keyakinan) dan bhakti (ketulusan) memiliki daya transformasi spiritual yang kuat. Pembiasaan ini mampu menghadirkan ketenangan jiwa, memperkuat pengendalian diri, serta meredakan tekanan psikologis sebagai penopang utama proses pemulihan batin.

Penyuluh Agama Hindu, I Wayan Sudarma, menegaskan bahwa pendampingan agama memegang peranan krusial dalam menyempurnakan proses rehabilitasi secara holistik.

"Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam mendukung pemulihan yang menyeluruh. Melalui Program Ruang Pulih, layanan yang ramah, inklusif, dan berkeadilan terus dihadirkan agar setiap individu memperoleh ruang untuk bertumbuh, pulih, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna dengan landasan nilai-nilai agama," ungkap I Wayan Sudarma.

Program Ruang Pulih menjadi wujud nyata keberadaan pembinaan keagamaan yang tidak hanya berfokus pada dimensi ritual spiritual semata, melainkan juga menyentuh pemulihan mental, sosial, dan pembentukan karakter. Berbekal sinergi lintas lembaga, ikhtiar ini diharapkan mampu memantik kembali semangat para rehabilitan untuk bangkit, mandiri, serta siap kembali berdaya di tengah kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh antusiasme. Respon positif serta keterlibatan aktif para peserta menjadi cerminan bahwa pendekatan nilai-nilai luhur agama mampu menjadi oase pemulihan yang menyejukkan jiwa.


Berita Daerah LAINNYA