Karanganyar (Bimas Hindu) Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan oleh siswa pasraman di Kabupaten Karanganyar. Siswa Pasraman Sanathana Dharma dan Pasraman Wiyata Widya Dharma mengikuti berbagai perlombaan di area parkir Jembatan Kaca Sumbersari, Ngargoyoso, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang digelar bersama Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar tersebut menghadirkan sejumlah perlombaan, mulai dari balap kelereng dengan sendok, makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga permainan memindahkan karet menggunakan bedak.
Selain perlombaan rekreatif, para siswa juga mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC). Materi yang diujikan mencakup pengetahuan tentang pahlawan nasional, peristiwa penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, serta materi keagamaan yang telah dipelajari di sekolah dan pasraman.
Yuanita mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi dan membangun kebersamaan setelah menjalani berbagai kegiatan pembelajaran.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan ruang untuk belajar, tetapi juga kesempatan untuk bersenang-senang, berinteraksi, dan membangun kebersamaan. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk menjaga keseimbangan dan kesehatan mental anak-anak,” ungkap Yuanita.
Kolaborasi kedua pasraman tersebut juga membuka kesempatan bagi para siswa untuk saling mengenal dan mempererat persaudaraan. Kebersamaan itu selaras dengan ajaran Tat Twam Asi, yakni kesadaran melihat diri sendiri dalam diri orang lain sehingga tumbuh sikap saling menghargai, peduli, dan menyayangi.
Melalui perlombaan, para siswa tidak hanya diajak berkompetisi, tetapi juga belajar tentang sportivitas, kerja sama, keberanian, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap sesama. LCC turut menjadi sarana menanamkan rasa cinta tanah air sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan.
Setelah seluruh perlombaan berakhir, para siswa bersama-sama membersihkan sampah bekas makanan dan minuman di sekitar lokasi. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembelajaran tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Semarak 17 Agustus di Ngargoyoso menunjukkan bahwa penanaman nilai kebangsaan kepada generasi muda Hindu dapat dilakukan melalui kegiatan yang menyenangkan. Dari arena perlombaan, siswa pasraman belajar merawat persatuan, memperkuat persaudaraan, dan mengisi kemerdekaan dengan sikap positif.