Mamuju, Sulawesi Barat (Bimas Hindu) Pelayanan keagamaan bagi umat Hindu di Kabupaten Mamuju kini diperluas hingga ke fasilitas kesehatan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Regional Provinsi Sulawesi Barat untuk menghadirkan bimbingan rohani Hindu bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.
Langkah tersebut menegaskan bahwa pelayanan Penyuluh Agama Hindu tidak hanya berlangsung di pura atau di tengah komunitas umat. Ketika umat berada dalam kondisi sakit dan membutuhkan penguatan, penyuluh juga hadir memberikan dukungan spiritual yang lebih dekat dengan kebutuhan mereka.
Dalam pelaksanaannya, bimbingan rohani dilakukan secara humanis dengan memperhatikan kondisi masing-masing pasien. Pendampingan diberikan melalui doa, pembacaan mantram, nasihat keagamaan, serta penguatan nilai-nilai Dharma untuk membantu pasien memperoleh ketenangan batin dan keteguhan selama menjalani proses pengobatan.
Penyuluh Agama Hindu Gede Cameng Janardana mengajak pasien memandang masa sakit sebagai ruang untuk melakukan introspeksi diri. Pasien didorong meningkatkan sraddha dan bhakti, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menumbuhkan sikap sabar, ikhlas, dan penuh kesadaran dalam menghadapi keadaan.
Menurut Gede Cameng, pendampingan di rumah sakit juga menjadi penerapan nilai Tat Twam Asi, yakni kesadaran untuk ikut merasakan keadaan orang lain.
“Pendampingan ini merupakan implementasi nilai Tat Twam Asi, yaitu kesadaran untuk ikut merasakan keadaan orang lain. Ketika umat sedang sakit dan membutuhkan penguatan, penyuluh harus hadir memberikan dukungan moral dan spiritual,” ujar Gede Cameng.
Kerja sama Kemenag Mamuju dan Rumah Sakit Regional Provinsi Sulawesi Barat juga membuka ruang sinergi antara pelayanan kesehatan dan pelayanan keagamaan. Perawatan pasien tidak hanya menyentuh kondisi fisik, tetapi juga memberi perhatian pada kebutuhan psikologis dan spiritual sesuai keyakinan masing-masing.
Pelayanan di rumah sakit menjadi salah satu bentuk transformasi peran Penyuluh Agama Hindu dari sekadar menyampaikan materi keagamaan menuju pendampingan yang menjawab kebutuhan nyata umat. Kehadiran penyuluh diharapkan membuat umat yang sedang menjalani perawatan tetap memiliki ruang untuk memperoleh penguatan spiritual.
Penguatan layanan tersebut juga mendapat dukungan Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat. Penyuluh didorong untuk terus menghadirkan kegiatan yang benar-benar dibutuhkan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya umat Hindu.
Melalui kerja sama ini, pelayanan keagamaan diharapkan semakin dekat, responsif, dan berdampak. Kehadiran penyuluh di rumah sakit menjadi pesan bahwa pelayanan agama tidak berhenti di ruang ibadah, tetapi hadir ketika umat membutuhkan pendampingan dalam perjalanan hidupnya.
Kontributor ; I Nyoman Aryadi