PESISIR BARAT (Bimas Hindu) - Semangat kebersamaan dan komitmen pelayanan keagamaan ditunjukkan oleh Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Meski di bawah guyuran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, WHDI Pesisir Selatan bersama ibu-ibu Pesantian Desa Adat Marang tetap menggelar pembinaan keagamaan dan kegiatan Pesantian (6/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh 30 orang anggota ini dilaksanakan secara terbatas dan singkat dengan menerapkan protokol keselamatan ketat, seperti wajib menggunakan masker. Pertemuan diawali dengan persembahyangan Puja Gayatri Mantram, dilanjutkan dengan materi penguatan nilai-nilai organisasi, kebersamaan, serta penanaman semangat Ngayah.
Ketua WHDI Kecamatan Pesisir Selatan, Nengah Parti, S.Pd.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum untuk menyampaikan imbauan keselamatan bagi anggota dan keluarga di tengah situasi erupsi.
"Di tengah kondisi seperti ini, kita tetap menjaga semangat kebersamaan dan rutinitas Pesantian. Namun, kita juga harus tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi kesehatan masing-masing. Mari kita bersama-sama berdoa agar erupsi segera mereda dan keadaan kembali normal," ajaknya.
Dalam kesempatan tersebut, WHDI Pesisir Selatan mengeluarkan beberapa imbauan penting bagi anggota, di antaranya mengimbau agar mengurangi aktivitas luar rumah, melarang anak-anak bermain di luar, serta wajib mengenakan masker dan kacamata pelindung jika terpaksa beraktivitas di luar gedung. Penyesuaian durasi kegiatan ini menjadi bukti kedisiplinan dan kepedulian WHDI dalam memprioritaskan keselamatan anggota tanpa mengesampingkan pembinaan kerohanian.
Kontributor: Wayan Suryadi Desta