Klungkung (BIMAS HINDU) – Sebanyak 70 siswa SMP Negeri 2 Banjarangkan mengikuti kegiatan Pasraman Kilat yang diselenggarakan pada 3-4 Juli 2026. Bekerja sama dengan Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan fondasi spiritual dan karakter yang kuat sejak dini.
Selama dua hari, siswa tidak hanya dibekali teori keagamaan, tetapi juga diajak mempraktikkan nilai-nilai Hindu dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, I Nyoman Tirtayasa, mengungkapkan bahwa materi utama yang disampaikan mencakup Taki-Takining Sewaka Guna Widya, Panca Sradha, serta Astangga Yoga.
Dalam materi Taki-Takining Sewaka Guna Widya, siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai tahapan kehidupan manusia—mulai dari pentingnya menuntut ilmu di masa muda, bersikap bijaksana saat dewasa, hingga persiapan spiritual di masa tua.
Sementara itu, Penyuluh Agama Hindu lainnya, Dewa Ngakan Gede Hardiputra, memaparkan lima dasar keyakinan dalam Hindu atau Panca Sradha.
"Melalui pemahaman Brahman, Atman, Karmaphala, Punarbhawa, dan Moksa Tattwa, kami mengajak siswa menyadari bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Hal ini penting untuk menumbuhkan tanggung jawab dalam setiap pilihan hidup mereka," jelas Dewa Ngakan.
Tidak hanya aspek kognitif, kegiatan ini juga menyentuh aspek praktis melalui penerapan Astangga Yoga. Penyuluh Agama Hindu Kadek Ita Yuliantini memandu siswa untuk mempraktikkan Pranayama untuk kesehatan, Dharana untuk meningkatkan konsentrasi, serta Surya Namaskara. Siswa juga diajak membiasakan diri menerapkan etika Yama dan Niyama dalam pergaulan sehari-hari.
Kegiatan ini selaras dengan program Asta Protas Kemenag RI, khususnya dalam mewujudkan pendidikan yang unggul dan ramah anak. Pendidikan keagamaan yang bersifat aplikatif ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang mandiri, percaya diri, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, ajaran Hindu diharapkan tidak berhenti sebagai teori semata, melainkan menjadi pedoman hidup yang memberikan manfaat nyata bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.