Jakarta (Bimas Hindu) Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kuat di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI. Tidak hanya terpancar dari bendera merah putih yang berkibar di setiap sudut, tetapi juga dari suara tawa, yel-yel penuh semangat, dan kreativitas yang mewarnai setiap ruangan kantor Ditjen Bimas Hindu, Kamis (14/08/2025).
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, Ditjen Bimas Hindu menggelar Lomba Menghias Ruangan yang melibatkan seluruh ASN Ditjen Bimas Hindu. Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan peringatan Kemerdekaan Indonesia, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kekompakan, melatih inovasi, mengasah kreativitas ASN, dan mengimplementasi nilai-nilai yang ada di Asta Protas.
Penilaian lomba menghadirkan dewan juri yang berasal dari: Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, dan Sekretaris Ditjen Bimas Buddha. Tidak hanya itu, Direktur Urusan Agama Hindu dan Direktur Pendidikan Agama Hindu juga turut hadir mendampingi proses penilaian, memberikan dukungan moral sekaligus menyaksikan secara langsung semangat dan kerja keras para ASN. Kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi pimpinan atas upaya setiap tim dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.
Direktur Jenderal Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija turut hadir melakukan monitoring langsung ke setiap ruangan peserta. Beliau menyaksikan sendiri bagaimana para ASN memadukan unsur kemerdekaan dengan nilai budaya dan ekoteologi dalam dekorasi ruangan mereka. Mulai dari penggunaan bahan daur ulang, pemajangan ornamen tradisional, hingga penampilan yel-yel dan keseragaman kostum semua menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja sama tim.
Saat sesi pengumuman juara, Dirjen Bimas Hindu yang diwakili oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi. “Lomba ini bukan sekadar menghias ruangan untuk menyambut kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat kerja sama tim, membangun inovasi, dan menumbuhkan kreativitas bersama.
Semua ini kita lakukan dengan hati, demi kebersamaan dan semangat kemerdekaan,” ujarnya.
Sekretaris Ditjen Bimas Hindu menegaskan bahwa lomba ini merupakan arahan langsung Dirjen Bimas Hindu agar dilaksanakan secara tim, bukan individu. “Bekerja dalam tim melatih kita untuk saling mengisi, menghargai perbedaan ide, dan menyatukan visi. Setiap ruangan tahun ini luar biasa, mulai dari kebersihan, kekompakan, kesesuaian dengan tema, hingga keterkaitan dengan Asta Protas delapan program prioritas Kementerian Agama,” tegas Ida Made Pidada Manuaba.
Dalam penilaian, juri menggunakan tiga kriteria utama :
- Keindahan, dengan syarat menggunakan bahan ramah lingkungan sesuai prinsip ekoteologi.
- Kekompakan, menggunakan yel-yel, keseragaman pakaian, dan keramahan seluruh anggota tim.
- Inovasi, meliputi konsep, nilai-nilai Asta Protas, pelestarian budaya, dan nilai nasionalisme yang diangkat.
Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diintervensi pihak manapun. Setelah proses penilaian yang ketat dan objektif, inilah tiga besar lomba beserta hadiah :
- Juara 1: Tim Nomor Urut 6 – Rp 2.000.000
- Juara 2: Tim Nomor Urut 11 – Rp 1.500.000
- Juara 3: Tim Nomor Urut 9 – Rp 1.000.000
- Juara Harapan 1: Tim Nomor Urut 3 – Rp 500.000
- Juara Harapan 2: Tim Nomor Urut 4 – Rp 500.000
- Juara Harapan 3: Tim Nomor Urut 12 – Rp 500.000
- Juara Harapan 7: Tim Nomor Urut 8 – Rp 500.000
- Juara Harapan 8: Tim Nomor Urut 7 – Rp 500.000
- Juara Harapan 9: Tim Nomor Urut 5 – Rp 500.000

Selain dekorasi, setiap tim juga menampilkan kekompakan lewat yel-yel khas yang penuh semangat, pakaian seragam yang kreatif, serta interaksi hangat dengan para juri dan peserta. Banyak ruangan yang memadukan unsur nasionalisme dengan kearifan lokal, misalnya menampilkan ornamen adat, ukiran tradisional, atau simbol-simbol budaya yang dikreasikan sedemikian rupa agar tetap relevan dengan tema kemerdekaan.
Sekretaris Ditjen Bimas Hindu juga menyampaikan bahwa sistem lomba akan dievaluasi tahun depan agar lebih baik, lebih meriah, dan semakin mengutamakan konsep ramah lingkungan. Dekorasi ruangan yang penuh warna dan nilai-nilai kebersamaan akan terus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diraih dan dipertahankan melalui kekompakan, kreativitas, dan kerja sama semua pihak.