Ditjen Bimas Hindu Tekankan Pelestarian Kearifan Lokal dalam Sosialisasi Upakara-Upacara Pura Amerta Jati

Kasubdit Pemberdayaan Umat (Alit) mewakili Dirjen Bimas Hindu membuka acara Kegiatan Serati Banten Indonesia tentang Sosialisasi Upakara dan Upacara di Wantilan Pura Amerta Jati

CINERE, (BIMAS HINDU) – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) menekankan pemahaman dan pelestarian kearifan lokal dalam sosialisasi Upakara dan Upacara di Pura Amerta Jati, Cinere, Sabtu (25/5/2024).

Hal itu disampaikan oleh Kasubdit Pemberdayaan Umat Alit yang mewakili Dirjen Bimas Hindu saat membuka acara kegiatan Serati Banten Indonesia yang diadakan di Wantilan Pura Amertha Jati, Cinere

Dalam sambutannya, Alit menegaskan pentingnya pemahaman dan pelestarian kearifan lokal dalam pelaksanaan upakara dan upacara Hindu.

"Kearifan lokal adalah warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Setiap upakara dan upacara yang kita laksanakan harus mencerminkan nilai-nilai lokal yang kaya akan makna spiritual dan budaya," tuturnya.

Acara ini dihadiri oleh Sulinggih, Pembimas Hindu Provinsi DKI Jakarta dan peserta serati banten yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

"Sosialisasi ini, kita akan bersama-sama belajar dan berbagi pengetahuan tentang bagaimana meningkatkan pelaksanaan upakara dan upacara yang sesuai dengan kearifan lokal," katanya.

Pihaknya mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi, berdiskusi, dan saling bertukar pengalaman.

"Dengan demikian, kita dapat menemukan cara-cara yang efektif untuk melestarikan dan memperkaya tradisi kita" ujarnya menambahkan.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar program sosialisasi ini dapat memberikan dampak positif bagi umat Hindu di Cinere.

Dengan adanya program ini, Ditjen Bimas Hindu berkomitmen untuk terus mendukung dan memberdayakan umat Hindu di Indonesia.

Selain itu juga memastikan bahwasanya kearifan lokal tetap hidup dan menjadi bagian integral dari kehidupan beragama dan berbudaya.


Berita Pusat LAINNYA