Green Dharma Serentak: Tebar Ikan dan Lepas Satwa pada Tumpek Uye sebagai Aksi Nyata Penyelamatan Bumi.

Kegiatan Green Dharma Serentak diseluruh Indonesia


Jakarta (Bimas Hindu) – Dalam rangka memperingati Hari Suci Tumpek Uye, sebanyak 1.200 umat Hindu dari seluruh Indonesia secara serentak menggelar kegiatan Ekoteologi pada Sabtu, 12 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Green Dharma, sebagai wujud nyata pelestarian lingkungan yang berpijak pada nilai-nilai Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Dengan mengusung tema “Bakti untuk Bumi, Cinta untuk Semua Makhluk”, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, melibatkan Pembimas Hindu, Kepala Bidang, Penyelenggara, Penyuluh, PHDI, Peradah, PSN, KMHDI, WHDI, ICHI, TNI, Polri, Perguruan Tinggi, Mahasiswa, serta tokoh-tokoh umat Hindu setempat. Aksi cinta lingkungan dilakukan melalui pelepasan satwa, penebaran benih ikan, dan pemberian pakan satwa liar.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil melepas:
* 100.000 ekor ikan (lele, nila, gurame, dan ikan mas),
* 2.500 ekor burung (peelitit, kutilang, perkutut, crukcukan, pipit, dan jalak),
* 100 tukik (anak penyu), dan
* 2 ekor penyu dewasa.

Tak hanya itu, peserta kegiatan juga memberikan pakan alami kepada beberapa satwa liar seperti monyet, rusa, dan babi hutan, sebagai simbol kasih sayang terhadap semua makhluk ciptaan Tuhan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija, yang secara resmi membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa menjaga dan mencintai bumi merupakan bagian dari praktik spiritual dalam ajaran Hindu.

“Tri Hita Karana bukan sekadar konsep, tapi praktik hidup. Kita menjaga keharmonisan tidak hanya dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga dengan alam, satwa, dan tumbuhan,” tegas Prof. Duija.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan lembaga keagamaan tercermin dari sejauh mana umat mampu menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Prof. Duija menegaskan bahwa Green Dharma bukan hanya seremoni belaka, melainkan panggilan bagi seluruh umat Hindu untuk turun tangan langsung menjaga kelestarian bumi. “Melalui pelepasan tukik, burung, dan penebaran ikan, Penyuluh Hindu membumikan nilai dharma dalam praktik ekologis yang nyata,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama umat Hindu untuk terus merawat dan melestarikan alam semesta. Dengan semangat “Bakti untuk Bumi, Cinta untuk Semua Makhluk”, diharapkan seluruh elemen masyarakat bisa terinspirasi untuk memulai dari tindakan kecil yang berdampak besar demi masa depan bumi yang berkelanjutan, selaras dengan ajaran suci agama Hindu.

 


Berita Pusat LAINNYA