Sanur, Bali (BIMAS HINDU) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija, menghadiri acara Wisuda ke-29 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Amlapura, Sabtu (6/12/2025).
Acara wisuda ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Prof. I Nengah Duija. (Dirjen Bimas Hindu), Perwakilan LLDikti, Ketua Yayasan, Ketua STKIP Amlapura, serta sejumlah tokoh masyarakat dan para orang tua/wali wisudawan.
Dalam laporannya, Ketua STKIP Agama Hindu Amlapura menyampaikan bahwa sebanyak 182 lulusan resmi menyelesaikan studi dan diwisuda tahun ini, dengan rincian 93 lulusan Pendidikan Agama Hindu, 25 lulusan Pendidikan Bahasa Bali, dan 64 lulusan Pendidikan Bahasa Inggris. Adapun 174 lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dijadwalkan mengikuti wisuda susulan pada 20 Desember 2025.

Ketua menekankan bahwa lulusan perlu memperkuat karakter, keterampilan teknologi, dan kemampuan adaptasi agar mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah. Ia juga menegaskan bahwa seluruh program studi di STKIP telah terakreditasi BAN-PT dan kampus akan terus menjaga kualitas sesuai visi “unggul dengan berlandaskan filosofi asah, asih, asuh.”
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija memberikan apresiasi kepada STKIP Amlapura yang dinilai konsisten menjaga eksistensi dan mutu sebagai satu-satunya perguruan tinggi berbasis pendidikan di Kabupaten Karangasem. Ia menegaskan bahwa peran perguruan tinggi Hindu sangat strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan pemahaman nilai-nilai dharma.

Dirjen Bimas Hindu menyoroti kebutuhan nasional akan tenaga pendidik Hindu yang hingga kini masih belum terpenuhi secara merata. Ia mengungkapkan bahwa berbagai daerah di luar Pulau Bali, khususnya kawasan Indonesia Timur, masih kekurangan guru Pendidikan Agama Hindu. Karena itu, Dirjen Bimas Hindu secara tegas mendorong para lulusan agar membuka diri terhadap peluang bekerja di luar Bali, terutama pada daerah-daerah yang sangat membutuhkan kehadiran guru agama yang berkualitas. Menurutnya, keberanian untuk merantau adalah bentuk dharma bakti sekaligus kesempatan berkarier yang menjanjikan.
Prof Duija juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dosen. Ia mendorong para pendidik STKIP untuk aktif melanjutkan studi, melakukan penelitian, memperkuat publikasi ilmiah, dan membangun jejaring akademik. Menurut Dirjen, kualitas perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh jumlah lulusan, tetapi juga oleh mutu tenaga pendidiknya serta kontribusi akademik yang dihasilkan. Ia mengajak STKIP untuk terus inovatif dalam pembelajaran dan adaptif terhadap perubahan teknologi agar relevan dengan kebutuhan zaman.
Lebih lanjut, Dirjen Bimas Hindu mengingatkan para lulusan bahwa dunia kerja kini menuntut lebih dari sekadar ijazah. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi digital, komunikasi, dan etika profesional menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki. Ia menyampaikan bahwa lulusan STKIP harus mampu menjadi agen perubahan, pembawa nilai-nilai dharma, dan pemimpin di lingkungan masyarakat. “Kesempatan tidak datang dua kali. Ambil peluang yang ada, hadapi tantangan dengan keberanian, dan jadilah lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru,” tegasnya.
Perwakilan LLDIKTI Wilayah VIII dan Ketua Yayasan Perguruan Parisada Amlapura juga menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan STKIP serta ucapan selamat kepada para wisudawan. Keduanya berharap para lulusan mampu menjaga integritas dan mengharumkan nama almamater melalui kontribusi nyata di masyarakat.

Acara wisuda ini menjadi momentum penting bagi STKIP Amlapura untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kontribusi lembaga dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional dan berkarakter.