GUNUNG KIDUL, (BIMAS HINDU) - Sejarah baru tercatat di Padukuhan Bendo, Kelurahan Beji, Kapanewon Ngawen, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di mana sekolah umum bercirikhas agama Hindu Adi Widyalaya Gautama akan didirikan.
Prosesi peletakan batu pertama untuk Gedung Adi Widyalaya Gautama oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kemenag RI telah terlaksana dilaksanakan dengan penuh harapan.
Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 11 Juli 2024 itu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pembimas Hindu DIY, Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Gunung Kidul, Bupati Gunung Kidul dan Ketua DPRD Gunung Kidul.
Adapun pembangunan gedung ini merupakan impian lama umat Hindu di Gunung Kidul, khususnya bagi sekolah yang berbasis agama Hindu.
Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Sekolah Widyalaya ini menambah jumlah total Gedung Sekolah Widyalaya di Indonesia menjadi 88.
"Gunung Kidul sebagai yang pertama di Pulau Jawa. Ini adalah langkah penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas," ungkapnya.
Pada mesempatan yang sama, Pembimas Hindu DIY (Didik Widya Putra) menyatakan bahwa gedung ini adalah wujud nyata dari perjuangan untuk memperoleh payung hukum, yang diapresiasi tinggi kepada Dirjen Bimas Hindu atas dukungan hukumnya.
"Kami akan berlari agar semua elemen payung hukum bisa berfungsi dengan baik," ujar Didik Widya Putra.
Gedung Widyalaya ini direncanakan selesai dalam waktu 10 bulan dengan dua ruangan. Saat ini, terdapat 11 siswa yang telah mendaftar, dan diharapkan pada tahun 2025 Widyalaya ini dapat memperoleh izin operasional penuh.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY menegaskan komitmennya dalam pembimbingan umat beragama, termasuk pendidikan agama Hindu. Hal ini didukung oleh keluarnya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 2 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan pendidikan Widyalaya, yang menandai legalitas satuan pendidikan umum untuk umat Hindu.
Senada dengan hal itu, Bupati Gunung Kidul juga menyuarakan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang diharapkan akan meningkatkan derajat hidup manusia secara keseluruhan.
Peletakan batu pertama ini tidak hanya merupakan simbol pembangunan fisik, tetapi juga simbol dari komitmen negara dalam mendukung pendidikan bagi semua warga negara, memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki akses yang sama untuk mengenyam pendidikan yang bermutu.