Jakarta, (BIMAS HINDU) - Suasana sakral dan penuh kekhidmatan menyelimuti Pura Prajaniti, Percetakan Negara, Jakarta, saat umat Hindu melaksanakan perayaan Piodalan yang dirangkaikan dengan upacara pemelaspasan gambelan Baleganjur. Perayaan ini bertepatan dengan hari suci Budha Kliwon Ugu, Selasa 06/08/2025.
Rangkaian upacara dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan banten upakara, persembahyangan bersama, serta prosesi pemelaspasan terhadap seperangkat gambelan Baleganjur yang baru.

Upacara dipimpin oleh Jro Mangku I Gusti Made Sunartha, yang juga menjabat sebagai Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama. Prosesi diawali dengan penyucian gambelan secara niskala agar layak digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kesenian di lingkungan Ditjen Bimas Hindu.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran gambelan dalam mendukung kehidupan spiritual umat Hindu di lingkungan kementerian.

“Upacara ini merupakan momentum penting untuk memuliakan alat musik sakral yang akan mengiringi berbagai ritual dan kegiatan seni keagamaan di Ditjen Bimas Hindu,” ujar Prof. Duija.
Setelah prosesi pemelaspasan, acara dilanjutkan dengan penampilan perdana dari sekaa (kelompok) Baleganjur yang membawakan tabuh suci menggunakan gambelan baru. Penampilan tersebut disambut antusias oleh umat yang hadir, menciptakan suasana spiritual yang penuh semangat.
Perayaan Piodalan ini tidak hanya menjadi wadah pemurnian spiritual, tetapi juga ruang budaya yang mempererat tali persaudaraan antarumat Hindu lintas generasi di Jakarta dan sekitarnya. Acara ditutup dengan santap bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Pandita Sangraha Nusantara (PSN), Pembimas Hindu Provinsi DKI Jakarta beserta jajarannya, para pejabat eselon II dan III, serta seluruh pegawai Ditjen Bimas Hindu. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula ajakan untuk merawat dan mencintai ruang-ruang sakral yang memperkuat nilai-nilai keimanan.

“Kita harus mencintai ruang sakral yang menjadi penguat spiritualitas. Kini kita telah memiliki perangkat gambelan Baleganjur, dan ke depan akan dibentuk sekaa Baleganjur sebagai wadah bagi potensi seni di lingkungan kita,” tambah Prof. Duija.
Melalui perayaan ini, Pura Prajaniti Percetakan Negara menegaskan perannya tidak hanya sebagai tempat pemujaan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan nilai budaya dan spiritual Hindu di tengah kehidupan masyarakat perkotaan, khususnya bagi umat Hindu di lingkungan Kementerian Agama.